Lulus dengan IPK 3,96, Dhea Ingin Kerja dan Kuliah S2 di Jepang
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL - Masyarakat diminta untuk tidak pilih-pilih jenis vaksin Covid-19 yang diberikan oleh pemerintah. Semua vaksin dinilai halal, aman dan sehat serta bermanfaat.
Panewu Bantul, Fauzan Muarifin menuturkan ada beberapa warga yang memilih-milih jenis vaksin. Hal tersebut dilandasi akan keyakinan vaksin satu lebih baik ketimbang vaksin lainnya. "Sekarang memang ada, enggak banyak tapi ada fenomena warga pilih-pilih vaksin," ujarnya pada Rabu (15/9/2021).
"Wah kalau Sinovac kurang mantap, kurang sip. Ketika ada Moderna enggak jadi ikut Sinovac, ikut yang Moderna, padahal sudah entry data [mendaftar]," imbuhnya.
Dijelaskan Fauzan berdasarkan data-data yang ada, seluruh vaksin memiliki daya proteksi terhadap Covid-19. Sehingga warga tak perlu pilih-pilih saat difasilitasi vaksin pemerintah secara gratis. "Warga tidak usah membeda-bedakan ketika ada kesempatan vaksin ya langsung ikut vaksin," tambahnya.
BACA JUGA: Balecatur Akan Jadi Kaltana Ke-66 di Sleman
Menurut Fauzan, dengan stok yang fluktuatif jumlahnya alangkah baiknya warga sesegera mungkin melakukan vaksinasi tanpa memilih jenis vaksinnya. "Apalagi vaksin ini kan terbatas, kita tidak tahu sejauh mana stok yang nanpu disediakan negara, meskipun harapannya bisa 100 persen," tuturnya.
Di sisi lain Fauzan mewanti-wanti masyarakat, penggunaan jenis vaksin apa pun harus tetap diikuti pola hidup sehat dan penerapan prokes yang baik. "Tetap prokes, karena vaksin itu hanya meningkatkan kekebalan bukan untuk menghindari Covid-19," ujarnya.
"Baik sudah vaksin atau belum, kalau memang tidak prokes bisa terpapar. Cuma ketika sudah vaksin, ketika terpapar kan sudah mempunyai kekebalan, jadi lebih kuat ketahanan tubuhnya," tandasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja menyampaikan bahwa tidak ada dikotomi merek vaksin. "Jadi vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia hari ini," ungkapnya.
"Kami pun mendistribusikan vaksin sesuai ketersediaan. Bukan sesuai dengan merek vaksin masing-masing. Kecuali memang ada alokasi khusus," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
AS mengerahkan sekitar 9.000 personel tambahan ke Timur Tengah dan berpotensi menempatkan tiga kapal induk di kawasan tersebut.
Sleman memborong dua juara pertama Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 lewat KWT Teratai Mekar dan Kelompok Tani Manunggal Makmur.
Pemkab Temanggung memastikan Sekolah Rakyat di Karanggedong tetap dibangun. Total lahan yang disiapkan mencapai 7,8 hektare.
Menpora Cup 2026 menjadi ajang mengukur hasil pembinaan atlet boling sekaligus mencari peboling potensial untuk persaingan nasional dan internasional.
Skrining psikososial pekerja perlu memakai instrumen tervalidasi dan disesuaikan dengan tujuan pemeriksaan serta karakteristik pekerja.