El Nino Mengintai BPBD Bantul Siaga Distribusi Air Bersih
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.
Aktivitas di Bank Sampah Salingsih, Kelurahan Bener, Senin (20/9). Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, TEGALREJO - Semangat penerapan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) tidak hanya bisa diterapkan pada sampah. Bank sampah Salingsih Kelurahan Bener, Tegalrejo, Kota Jogja menerapkan pola itu pada sisa bekas minyak goreng atau yang biasa disebut minyak jelantah (mijel) untuk diolah menjadi sabun.
Bendahara Bank Sampah Salingsih Bener, Eka Astuti mengatakan, minat warga untuk menabung di bank sampah tersebut cukup tinggi. Manfaat yang dirasakan warga berupa lingkungan kian bersih dan mendapat pundi-pundi rupiah menjadikan pengelolaan bank sampah optimal.
BACA JUGA : Daripada Dibuang, Minyak Jelantah Ditukarkan Uang Tunai
Bank sampah itu mengolah berbagai macam sampah menjadi pelbagai macam barang bernilai ekonomis, satu diantaranya adalah sabun mijel. Sabun ini biasanya digunakan untuk mencuci serbet dan bagian kerah baju. Penggunaannya tidak disarankan untuk kulit atau kain berbahan lembut.
"Dalam mengolah mijel menjadi sabun itu dikasih soda api dan pewarna juga kemudian pewangi. Lalu dicetak menjadi sabun mijel, yang khusus untuk mencuci serbet atau kerah baju yang kotor, bukan untuk pemakaian kulit atau kain lembut," ujar Eka, Senin (20/9/2021).
Dia menjelaskan, dalam pengolahannya satu resep sabun mijel membutuhkan sedikitnya satu liter mijel. Mijel itu disisihkan dari sebagian minyak yang disediakan warga setiap bulannya. Dan kini telah dipasarkan dari rumah ke rumah.
"Diolah disini dengan warga sekitar kemudian juga dijual sendiri juga. Memang sangat bermanfaat untuk membersihkan kerah baju atau serbet. Satu resep itu butuh satu liter dan bisa menghasilkan sekitar 20 an lebih sabun," ujarnya.
Ketua RW 02 Bener, Susilo Pratomo menyebut, bank sampah itu berdiri sejak 2007 lalu dan sempat pasang surut pengelolaannya akibat pergantian pengurus. Kemudian kembali aktif pada 2009 dan terus dikelola sampai saat ini.
"Jumlah nasabah meningkat terus. Sekarang nasabah sudah mencapai 107 dari 198 KK. Kita akan sosialisasi terus agar nasabah bertambah dan keinginan untuk mengolah sampah itu tinggi," ujarnya.
Dalam sebulan, warga menyetorkan sampah ke tempat pengelolaan sebanyak satu kali yakni pada minggu ke tiga setiap bulan. Sistemnya bisa ditabung dulu dengan sistem pencatatan di buku tabungan atau bisa pula langsung dicairkan sesuai dengan kebutuhan warga.
"Sudah ada beberapa program dari kami, yakni mengubah sampah jadi kerajinan daur ulang misalnya tempat minum, tas, pot dari bekas handuk, dan lain sebagainya. Kemudian yang organik itu kita olah lagi menjadi pupuk kompos untuk gerakan penghijauan dibuat seperti model biopori. Dan kalau sampah yang tidak bisa diolah itu dijual ke pengepul," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.
iPhone 17 pimpin pasar global Q1 2026, Apple kuasai 3 besar, Samsung dan Xiaomi bertahan di segmen entry level.
Polres Kulonprogo petakan 30 geng pelajar untuk cegah kejahatan jalanan. Simak langkah preventif Pemkab dan kepolisian di sini.
FIB Bronze Jogja 2026 jadi ajang penting pembinaan padel Indonesia menuju Kualifikasi Piala Dunia dan Asian Games.
BNI ini salah satu bank nasional dengan jaringan internasional yang cukup besar. Kami menjadi penghubung antara dunia internasional dengan Indonesia, baik inbou
Jogja Run D-City 2026 meriahkan Jogja. Tiket peserta disalurkan untuk beasiswa, hadiah hingga Rp25 juta dan hiburan spektakuler.