WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, meninjau vaksonasi di Kantor Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Sabtu (25/9/2021). Ist
Harianjogja.com, SLEMAN-Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sleman terus digencarkan. Kali ini vaksinasi dilaksanakan di Kantor Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean dan Kantor Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, pada Sabtu (25/9/2021).
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meninjau pelaksanaan vaksinasi di dua lokasi ini. Ia menjelaskan tinjauan bagi program vaksinasi massal yang diselenggarakan setiap Kalurahan bertujuan untuk memastikan program vaksinasi berjalan baik sekaligus sebagai bentuk apresiasi kepada penyelenggara maupun masyarakat yang telah mendukung program vaksinasi Pemerintah.
"Saya mengapresiasi kerjasama baik Kalurahan, Karangtaruna dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan vaksinasi massal. Gencarnya vaksinasi di seluruh wilayah Sleman ini sebagai salah satu upaya bersama dalam penanggulangan Covid-19," katanya.
Kustini menuturkan saat ini vaksinasi di wilayah Kabupaten Sleman telah mencapai 70 persen dan ditargetkan sampai dengan 80 persen pada Oktober. Capaian target vaksinasi tersebut sangat berdampak kepada penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatah Masyarakat (PPKM) di wilayah Sleman.
Kustini juga menyebut meskipun capaian vaksinasi di Sleman terus meningkat, upaya lain juga masih harus terus dilakukan seperti menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam beraktivitas.
Selain vaksinasi di kedua lokasi tersebut, pada hari yang sama juga berlangsung vaksinasi dosis kedua bagi penyandang Disabilitas dan pendamping yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Sleman.
Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman ini dihadiri pula oleh Wakil Ketua TPP PKK DIY, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Pakualam dan Gusti Kanjeng Ratu Bendara.
Ketua TP PKK Sleman, R.Ay Sri Hapsari Suprobo Dewi, mengatakan vaksinasi ini menyasar 335 disabilitas dan pendamping yang sudah melakukan vaksinasi tahap pertama di Sleman City Hall pada 2 September 2021 lalu.
“Vaksin yang digunakan yaitu Sinopharm dan Sinovac, mudah-mudahan vaksinasi ini dapat mendukung upaya Indonesia bangkit dari pandemi,” ujarnya.
Ketua TP PKK DIY, GKBRAy Paku Alam menyambut baik vaksinasi TP PKK Sleman tersebut. Ia berpesan agar masyarakat yang telah divaksin untuk tetap menjalankan protokol kesehatan.
“Penyebaran covid-19, 90 persen berasal dari droplet. Menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun serta menghindari kerumunan harus tetap kita laksanakan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup 27-28 Mei 2026. TNGGP siagakan petugas untuk cegah pendaki ilegal.
Warga Kulon Progo gunakan anyaman daun kelapa sebagai wadah daging kurban untuk kurangi sampah plastik saat Iduladha 1448 H.
AS mengerahkan jet tempur F-22 dan puluhan pesawat pengisi bahan bakar di Israel hingga akhir tahun 2026.
Toyota bidik 300 SPK di IIMS Surabaya 2026 lewat peluncuran mobil hybrid baru dan berbagai program insentif pembelian kendaraan EV.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Kamis 28 Mei 2026 lengkap semua stasiun dengan tarif Rp8.000 dan keberangkatan pagi hingga malam.