Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ki Bayu Sidik Supriyadi atau yang lebih dikenal Ki Bayu Sugati. /Ist- tangkapan layar Youtube
Harianjogja.com, SLEMAN- Kabar duka datang dari dunia pedalangan. Dalang kenamaan gaya Jogja, Ki Bayu Sidik Supriyadi atau yang lebih dikenal Ki Bayu Sugati meninggal dunia pada Senin (27/9/2021) dini hari. Dalang ikon Gito Gati ini mengembuskan nafas terakhir pada usia 54 tahun.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantara, menjelaskan sebelum meninggal, almarhum mengalami sakit kanker usus dan sempat dioperasi beberapa hari lalu. “Meninggal di RSUP Dr. Sardjito, tapi non Covid-19,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (27/9/2021).
Kabar duka ini cukup mengejutkan lantaran saat terakhir bertemu sekitar tiga bulan yang lalu, almarhum masih dalam kondisi sehat. Aji juga sempat berpesan kepada Ki Bayu Sugati agar menjaga kesehatan di tengah situasi pandemi saat ini.
“Kami tentunya sangat kehilangan sosok Pak Bayu, karena beliau adalah seorang seniman yang melanjutkan trah Gito Gati yang sangat luar biasa. Dan kemudian selalu membantu Dinas kebudayaan dalam upaya-upaya pelestarian kebudayaan,” ujarnya.
Almarhum menurutnya memiliki peran penting dalam pelestarian seni pedalangan, seni ketoprak seni dagelan. Bahkan kata dia, karena kebetulan istri almarhum adalah dukuh, keduanya aktif mengembangkan kegiatan kebudayaan yang tumbuh di wilayahnya.
“Seorang seniman yang santun, ramah, mampu bekerja sama dengan pemerintah dalam membantu menyelesaikan dan mengembangkan seni budaya di Sleman. Dengan beliau saya itu terakhir pentas di rumah saya sekitar tiga bulan yang lalu dalam acara Karuh Budaya dalam Tembang. Kebetulan ada pagelaran wayang, beliau yang dalang,” ungkapnya.
Ia mendoakan kepergian Ki Bayu Sugati dan berharap dari keluarganya masih tumbuh junior yang mampu meneruskan ikon Gito-Gati dalam memperjuangkan seni budaya di Sleman, khususnya seni pedalangan atau seni ketoprak.
Ki Bayu Sugati dikabarkan meninggal dunia pada Senin (27/9/2021) pukul 03.20 WIB di RSUP Dr. Sardjito. Jenazah akan dimakamkan pada Selasa (28/9/2021) pukul 11.00 WIB di Makam Agung Kastubo Mulyo, Padukuhan Pajangan, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Honor resmi luncurkan Robot Phone dengan gimbal titanium terkecil di industri. Kamera 200 MP bisa bergerak 4 arah, rekam 4K, dan punya 100 ekspresi wajib.
Putri Anne mengaku kembali menjadi murid Yesus saat menjawab pertanyaan netizen soal hijab. Ia juga buka suara mengenai pandangannya terhadap pernikahan setelah
Petenis Indonesia Janice Tjen masuk unggulan ke-32 Cincinnati Open 2026. Status ini membuatnya langsung lolos ke babak kedua. Simak jadwal dan daftar pesaingnya
Cristiano Ronaldo kembali ke Al Nassr usai menikahi Georgina Rodriguez. Rambut emas barunya jadi sorotan, sementara target 1.000 gol menantinya di musim 2026/20
Masyarakat bisa mengajukan pembaruan data DTSEN melalui aplikasi Cek Bansos atau kelurahan. Simak cara, syarat, dan alasan desil tidak langsung berubah.