Nelayan Gunungkidul Dilatih Sertifikasi SKN, Keselamatan Jadi Fokus Utama
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Sejumlah petani di Kalurahan Beji, Ngawen sedang mengolah tanah untuk persiapan musim tanam pertama. Foto diambil Selasa (28/9/2021)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Hujan yang mulai mengguyur wilayah Gunungkidul dimanfaatkan petani untuk persiapan tanam di musim tanam pertama.
Salah seorang petani di Kalurahan Candirejo, Semin, Sukaji, mengatakan wilayahnya sudah diguyur hujan deras empat kali. Ia pun mengaku senang karena tidak lama lagi akan memasuki musim penghujan.
Sebelum musim hujan benar-benar datang, para petani di Candirejo mulai mempersiapkan lahan untuk masa tanam pertama. Saat ini, lanjut dia, petani mengolah tanah agar menjadi gembur dan subur.
Adapun proses pengolahan disesuaikan dengan lokasi dan luasan lahan. Petani yang memiliki lahan luas dan di lokasi yang datar pengolahan menggunakan traktor besar. Sedangkan, untuk lahan yang lebih sempit menggunakan traktor tangan. “Kalau yang lokasinya di lereng perbukitan, pengolahan dilakukan secara manual dengan cara dipacul,” kata Sukaji, Kamis (30/9/2021).
Menurut dia, selain pengolahan lahan, para petani juga menyiapkan pupuk kandang sebagai pelengkap agar tanahnya tumbuh subur. Rencananya, pupuk-pupuk ini akan ditaburkan ke lahan sebelum dimulainya masa penanaman.
“Sekarang sudah ada membawa pupuk kandang ke ladang atau sawah, tapi belum disebar karena masih menunggu hujannya turun secara rutin,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sunardi, salah seorang petani di Kalurahan Beji, Ngawen. Menurut dia, pengolahan tanah dilakukan sebagai persiapan untuk masa tanam pertama sehingga tanah bisa lebih subur dan hasil panennya bisa maksimal.
“Kami persiapkan jadi nanti tinggal menanam saja,” katanya.
Sunardi mengakui hasil panen di tahun ini bagus dan ada harapannya di masa tanam yang akan datang juga tidak ada kendala sehingga petani dapat memperoleh keuntungan.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan sudah menjadi kebiasaan usai panen raya singkong, petani memulai persiapan masa tanam pertama di musim hujan. Persiapan ini dilakukan untuk memudahkan pada saat penanaman. “Memang butuh persiapan dengan mengolah tanah agar siap untuk ditanami,” katanya.
Menurut dia, tidak ada masalah terkait dengan pupuk karena stok di gudang milik distributor masih mencukupi. Raharjo pun menyarankan petani yang telah memiliki modal agar menebus lebih awal guna menghindari antrean pada saat masa tanam tiba.
“Pengambilan menggunakan kartu tani. Kalau belum punya, asal sudah masuk ke daftar Rencana Kebutuhan Definitif Kelompok (RDKK), maka tetap bisa dilayani,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Indomaret bersama Pemkab Magelang menggelar pelatihan kewirausahaan dan menyerahkan dua gerobak usaha untuk mendorong UMKM lokal naik kelas
DPR mengesahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan. Salah satu aturan baru melarang perusahaan menahan ijazah dan dokumen pribadi pekerja.
VR46 menampilkan livery khusus bermotif garuda untuk MotoGP Mandalika 2026. Simbol keberanian itu menghiasi motor Morbidelli dan Di Giannantonio.
Kunjungan wisatawan Gunungkidul mencapai sekitar 4,5 juta orang hingga awal Oktober 2026. PAD retribusi wisata tembus Rp56,17 miliar.
Produksi The Batman Part II dihentikan sementara setelah Matt Reeves fokus mengurus keluarga. Film masih dijadwalkan tayang Februari 2028.