Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Sejumlah petani di Kalurahan Beji, Ngawen sedang mengolah tanah untuk persiapan musim tanam pertama. Foto diambil Selasa (28/9/2021)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Hujan yang mulai mengguyur wilayah Gunungkidul dimanfaatkan petani untuk persiapan tanam di musim tanam pertama.
Salah seorang petani di Kalurahan Candirejo, Semin, Sukaji, mengatakan wilayahnya sudah diguyur hujan deras empat kali. Ia pun mengaku senang karena tidak lama lagi akan memasuki musim penghujan.
Sebelum musim hujan benar-benar datang, para petani di Candirejo mulai mempersiapkan lahan untuk masa tanam pertama. Saat ini, lanjut dia, petani mengolah tanah agar menjadi gembur dan subur.
Adapun proses pengolahan disesuaikan dengan lokasi dan luasan lahan. Petani yang memiliki lahan luas dan di lokasi yang datar pengolahan menggunakan traktor besar. Sedangkan, untuk lahan yang lebih sempit menggunakan traktor tangan. “Kalau yang lokasinya di lereng perbukitan, pengolahan dilakukan secara manual dengan cara dipacul,” kata Sukaji, Kamis (30/9/2021).
Menurut dia, selain pengolahan lahan, para petani juga menyiapkan pupuk kandang sebagai pelengkap agar tanahnya tumbuh subur. Rencananya, pupuk-pupuk ini akan ditaburkan ke lahan sebelum dimulainya masa penanaman.
“Sekarang sudah ada membawa pupuk kandang ke ladang atau sawah, tapi belum disebar karena masih menunggu hujannya turun secara rutin,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sunardi, salah seorang petani di Kalurahan Beji, Ngawen. Menurut dia, pengolahan tanah dilakukan sebagai persiapan untuk masa tanam pertama sehingga tanah bisa lebih subur dan hasil panennya bisa maksimal.
“Kami persiapkan jadi nanti tinggal menanam saja,” katanya.
Sunardi mengakui hasil panen di tahun ini bagus dan ada harapannya di masa tanam yang akan datang juga tidak ada kendala sehingga petani dapat memperoleh keuntungan.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan sudah menjadi kebiasaan usai panen raya singkong, petani memulai persiapan masa tanam pertama di musim hujan. Persiapan ini dilakukan untuk memudahkan pada saat penanaman. “Memang butuh persiapan dengan mengolah tanah agar siap untuk ditanami,” katanya.
Menurut dia, tidak ada masalah terkait dengan pupuk karena stok di gudang milik distributor masih mencukupi. Raharjo pun menyarankan petani yang telah memiliki modal agar menebus lebih awal guna menghindari antrean pada saat masa tanam tiba.
“Pengambilan menggunakan kartu tani. Kalau belum punya, asal sudah masuk ke daftar Rencana Kebutuhan Definitif Kelompok (RDKK), maka tetap bisa dilayani,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.