Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Ilustrasi QR code./Ist-Liputan6
Harianjogja.com, BANTUL-Ketisakstabilan sinyal telekomunikasi masih menjadi kendala dalam uji coba pembukaan objek wisata. Sejumlah destinasi wisata terpaksa memindah papan Kode QR ke titik yang memiliki sinyal lebih stabil demi kelancaran pengunjung.
Hasil evaluasi Kepala Seksi Obyek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Alexander Joko Wintolo menjelaskan sinyal masih jadi kendala utama di sejumlah destinasi yang menjalani uji coba. "Sinyal masih belum bagus, masih seperti yang dulu itu belum bagus," tuturnya Kamis (30/9/2021).
"Kendala sinyal hampir sama terjadi dari Seribu Batu, Pinus Sari dan Pinus Pengger. Hampir sama kasusnya seperti itu," tambahnya.
Untuk mendukung kelancaran aktivitas pariwisata, perangkat penguat sinyal sangat dibutuhkan di sejumlah destinasi yang jaringannya tidak stabil. Sayangnya menurut penuturan Joko, pemasangan perangkat sinyal baru dapat diajukan pada triwulan keempat dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
"Yang kami dengar, karena untuk pengusulan anggaran nanti kan di triwulan keempat dengan dana ABT. Itu kemungkinan baru bisa diajukan sekitar bulan November untuk penambahan sarana penguat sinyal di sana, di tiga lokasi itu," tandasnya.
Baca juga: Pemda Izinkan Konser Musik di DIY, Cermati Syaratnya
Praktis solusi paling sederhana yang bisa dilakukan destinasi wisata dituturkan Joko ialah memindah papan Kode QR ke lokasi dengan jaringan yang lebih stabil di sekitar lokasi. "Barcode-nya itu memindainya ya di tempat yang bagus sinyalnya. Misalnya kalau depan loket itu tidak bagus, mungkin di sekitar situ ada yang bagus ya di situ bisa," ungkapnya.
"Mungkin di tempat parkir atau di mana, dipindah sementara untuk memindai barcode-nya. Di Seribu Batu seperti itu, di parkirannya. Lalu di Pinus Sari kemarin itu mas Hendri [Pengelola Pinus Sari] juga sudah mencoba di parkiran itu malah lebih bagus di sana. Agak geser sedikit jadi tidak pas di depan loket, tapi digeser sedikit," kata dia.
Selain sinyal, hasil evaluasi Joko juga menemukan saat aplikasi PeduliLindungi digunakan pengunjung secara bersamaan, aplikasi menjadi lambat. "Aplikasi PeduliLindunginya itu kalau dipakai banyak wisatawan misalnya sekitar 400 itu nanti jadi lemot," ujarnya.
Di sisi lain, Joko juga mendapati banyak wisatawan yang masih membawa anak-anak di bawah usia 12 tahun. Beberapa pengunjung belum vaksin juga banyak didapati hendak berkunjung ke destinasi wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.
Persija Jakarta menang 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Brawijaya lewat dua gol Gustavo Almeida pada pekan ke-33 Super League.
Tabrakan kereta barang dan bus di Bangkok, Thailand, menewaskan delapan orang dan melukai 32 korban di dekat Stasiun Makkasan.