Alumni Santri Krapyak Perkuat Sinergi Ekonomi Lewat Ngobrol Bisnis
Kegiatan ini berangkat dari prinsip hayatul islam bil ilmi wa bil mal (hidupnya Islam itu dengan ilmu dan harta)
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Satgas Penanganan Covid-19 DIY melaporkan terjadi penambahan kasus baru per 3 Oktober 2021 sebanyak 56 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 155.003 kasus.
Penambahan kasus tersebut berdasarkan jumlah tes terhadap 7.448 orang.
“Total kasus aktif 1.318,” kata Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol (UHP) Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji, Minggu (3/10/2021).
Ditya mengatakan penambahan kasus baru terbanyak dari Sleman 19 kasus, kemudian Bantul 13 kasus, Gunungkidul 14 kasus, Jogja enam kasus, dan Kulonprogo enam kasus.
Berdasarkan riwayat, penambahan kasus baru terbanyak dari hasil tracing kontak kasus positif sebanyak 40 kasus. Kemudian berdasarkan periksa mandiri 13 kasus, dan belum ada info atau belum diketahui riwayatnya sebanyak tiga kasus.
Sementara, kasus sembuh terjadi penambahan sebanyak 108 kasus, sehingga total sembuh menjadi 148.485 Kasus. Penambahan kasus sembuh terbanyak disumbang dari Sleman 47 kasus, disusul Bantul 32 kasus, Gunungkidul 16 kasus, Jogja delapan kasus, dan Kulonprogo lima kasus.
Pada hari yang sama juga terjadi penambahan kasus meninggal dunia sebanyak empat orang, sehingga total kasus meninggal menjadi 5.200 kasus. Empat kasus meninggal dunia dari Bantul tiga kasus, dan Jogja satu kasus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan ini berangkat dari prinsip hayatul islam bil ilmi wa bil mal (hidupnya Islam itu dengan ilmu dan harta)
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.