Polresta Sleman Tangkap Pelaku Begal Sadis di Pakem
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Ilustrasi daging merah/Reuters
Harianjogja.com, BANTUL - Beberapa kelonggaran aktivitas masyarakat selama PPKM Level 3 dalam beberapa pekan ini berdampak pada perekonomian masyarakat. Di pasar rakyat contohnya, dilonggarkannya penyelenggaraan hajatan dan rumah makan membuat penjualan daging sapi di pasar mulai menggeliat naik.
Salah satu pedagang daging sapi Pasar Bantul, Fitri mengakui ada kenaikan penjualan daging sapi selama dua pekan ini. Sejumlah pembeli yang mayoritas pedagang bakso, soto hingga penyelenggara hajatan mulai kenaikan jumlah pembelian pasca lesu di masa penerapan awal PPKM.
"Ya sudah mulai naik. Sudah pada mulai berani hajatan itu lho. Mulai sepekan kemarin sama sekarang ini lah, sudah mulai banyak pelanggan hajatan," tuturnya pada Senin (4/10).
Menurut penjelasan Fitri, selama awal PPKM para penyelenggara hajatan yang dibatasi pelaksanaanya paling banter membeli dua kilogram daging sapi saja. Kini mulai berani membeli daging sapi lima kali lipat lebih banyak. "Kenduri-kenduri itu yang tadinya cuma dua kilo tiga kilo, sekarang sudah berani pesan 10 kilo, 15 kilo," ujarnya.
Dari jumlah daging yang dibeli penyelenggara hajatan, Fitri bisa mengira-ngira jumlah tamu yang diundang. Tentunya jumlah tersebut tergantung jenis olahan yanh dibuat. "Tergantung masaknya apa, kalau dagingnya dimasak bulat-bulat kecil itu satu kilo bisa untuk 40 orang. Kalau ditongseng satu kilo bisa 20 orang," katanya.
Selain hajatan, penambahan pembelian juga terjadi dari kalangan konsumen pedagang bakso dan soto daging. Pedagang bakso besar yang biasamya kulakan limo kilogram sekali ambil, kini sudah berani ambil sampai 10 kilogram per pembelian. Sementara pedagang bakso kecil yang biasamya hanya membeli satu kilogram daging, kini sudah berani mengambil lima kilogram daging mentah.
"Soto itu juga naik. Awal-awal PPKM itu paling setengah kilo, seperempat kilo atau ambi satu kilo untuk dua tiga hari. Kalau sekarang satu kilo dua kilo ambilnya tapi rutin ambilnya tiap hari," jelasnya.
Kondisi yang tengah naik membuat dagangan Fitri ludes sebelum setengah hari, menyisakan sedikit paru dan hati. "Harapannya semoga terus membaik. Jadi kan penjualan kota semangkit meningkat," tuturnya.
Pedagang daging sapi Pasar Bantul lainnya, Diah juga tak menampik adanya kenaikan penjualan daging beberapa pekan terakhir. Semenjak kelonggaran hajatan dan rumah makan kenaikan penjualan daging berangsur naik. Kurang dari setengah hari Diah sudah mengemasi peralatannya dan membersihkan lapaknya karena dagangan sudah habis.
Kendati penjualan daging sapi tengah naik, Diah belum berani menaikan jumlah kulakannya. "Pokoknya sekarang yang penting habis. Kulakan 10 kilogram sehari. Harapannya segera normal lah kaya dulu," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.