Tingkatkan Minat Baca, Denmark Hapus Pajak Buku
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (ketiga dari kanan) dan Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad (kanan) meninjau kegiatan vaksinasi di Kantor Pusat BPD DIY, Sabtu (21/8/2021)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JOGJA-Mahasiswa dari luar daerah yang berada di Kota Jogja bisa mengakses layanan vaksinasi Covid-19. Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memberikan akses vaksin di sentra vaksinasi XT-Square pada akhir pekan.
Menurut Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, vaksinasi di Jogja mulai pada Maret lalu menyasar seluruh warga yang berkegiatan di wilayah tersebut. Tidak hanya warga dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kota Jogja, namun juga warga luar daerah. Pemberian vaksinasi kepada mahasiswa luar daerah sebagai upaya persiapan pelaksanaan kuliah tatap muka. Kuliah tatap muka rencananya dapat berlangsung bulan ini.
“Pelaksanaan vaksinasi kepada seluruh warga yang ada di Jogja adalah bentuk dukungan kami pada rencana tersebut,” kata Haryadi, Selasa (5/10/2021).
Untuk warga yang hendak mengakses layanan vaksinasi di sentra XT-Square, bisa melakukan registrasi daring terlebih dulu melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS).
Sejauh ini, Pemkot Jogja telah melakukan vaksinasi kepada lebih dari 589.000 orang pada dosis pertama. Lebih dari 400.000 di antaranya sudah menerima vaksinasi dosis kedua. “Sekitar 110.000 warga yang divaksin di Jogja adalah warga Kabupaten Sleman dan lebih dari 70.000 adalah warga Kabupaten Bantul. Sisaanya berasal dari kabupaten lain di DIY dan dari luar DIY,” kata Haryadi.
Baca juga: Hasil Studi Mengungkap Vaksinasi Minimalisasi Risiko Penularan Varian Delta
Dari data warga luar daerah yang melakukan vaksinasi di Kota Jogja tersebut, rencananya akan disampaikan ke setiap pemerintah daerah. Sehingga nantinya bisa tercatat sebagai capaian vaksinasi di wilayah masing-masing.
“Jumlah dosis yang disuntikkan tersebut sudah lebih banyak dibanding warga Kota Jogja yang wajib vaksin sekitar 350.000 orang,” kata Haryadi.
Untuk warga dengan NIK Kota Jogja yang memenuhi syarat, Pemkot menargetkan semuanya tuntas vaksinasi pada 7 Oktober 2021.
Pemkot Jogja mendekatkan layanan vaksinasi dengan mendatangi peserta vaksin, termasuk di rumah penyandang disabilitas dan lanjut usia. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Arryani, pelayanan vaksinasi dengan mendatangi rumah-rumah warga menggunakan mobil layanan vaksinasi. Layanan jemput bola untuk warga kebutuhan khusus sebagai upaya menuntaskan vaksinasi Covid-19 di Kota Jogja.
“Vaksinasi mobile ini dalam rangka mendekatkan akses ke masyarakat. Terutama yang memiliki kebutuhan khusus atau disabilitas maupun lansia yang aksesnya sulit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.