PCA Ngampilan Gelar Temu Lansia, Ada Pemeriksaan Kesehatan Gratis
PCA Ngampilan menggelar Temu Lansia DCLA Siti Walidah yang diikuti 200 peserta, disertai pemeriksaan kesehatan gratis dan kajian keagamaan.
Ali Nur Sotya Nugraha (kiri) dan Wahyu Hendratmoko (tengah) dalam diskusi daring bertema WJNC Puncak HUT ke-265 Kota Jogja, Rabu (6/10). (Harian Jogja/Sirojul Khafid)
Harianjogja.com, JOGJA–Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #6 hadir dengan tema Semar Boyong. Kisah ini menjadi pilihan lantaran memiliki konteks yang sama dengan masa pandemi Covid-19 saat ini. Tim Kreatif WJNC, Ali Nur Sotya Nugraha mengatakan apabila Semar Boyong merupakan transisi dari dua epos besar yaitu Mahabarata dan Ramayana. Hal ini disampaikan dalam diskusi daring WJNC Puncak HUT ke-265 Kota Jogja. Diskusi ini hadir dari kerja sama Harian Jogja dan Pemerintah Kota Jogja.
Kisah Semar Boyong bermula saat Semar berhasil membuat negara Pancawati damai dan sejahtera. Setelah keberhasilan itu, Semar mendapat tugas baru dari Dewata untuk menaungi sebuah era baru, era yang kemudian akan masuk ke cerita Mahabarata.
“Dari sana Pancawati ditinggal oleh Semar, [lalu] terjadi pagebluk. Kami logikakan pagebluk di sana sama dengan kondisi pandemi saat ini. Terjadi kaos, kekacauan, dan tragedi karena Semar sudah meninggalkan Pancawati,” kata Ali, Rabu (6/10).
“Sedangkan Negeri Indraprasta merupakan sebuah negera di masa transisi. Nanti Semar akan diboyong ke Indraprasta. Di sini Pancawati seolah-seolah tidak ingin kehilangan Semar.”
Selain Pancawati dan Indraprasta, Negara Hastinapura juga menginginkan sosok Semar untuk menaungi negaranya. Terjadilah perebutan sosok Semar untuk menjadi penaung negara masing-masing. Kemudian Semar meminta syarat untuk memilih. Dia akan menaungi negara yang bisa memberinya Bunga Pandan Tunjung Biru. Bunga tersebut berada di kayangan.
“Makanya Semar diperebutkan. Akhirnya dengan penjelasan, [Semar berpesan bahwa] kalian tidak perlu khawatir. Dalam sebuah kehidupan ada hidup dan mati dan kehidupan selanjutnya. Seperti halnya di atas langit masih ada langit,” kata Ali.
Segala persiapan dan pelaksanaan WJNC menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko, seluruh pengisi acara wajib memakai masker selama proses latihan dan puncak acara.
Selain itu, seluruh komponen yang terlibat harus sudah divaksin minimal dosis pertama. Sehari sebelum acara puncak, wajib tes swab antigen dengan hasil negatif.
“[Yang sudah vaksin] ditandai dengan gelang kuning dan hijau yang bisa masuk. Kuning artinya sudah vaksin dosis pertama, hijau sudah vaksin dosis pertama dan kedua. Yang tidak punya gelang tidak bisa masuk. Ini ide orisinal dari Wali Kota Jogja dalam rangka menyukseskan vaksinasi,” kata Wahyu.
“Dalam pelaksanaan latihan, saya minta [seluruh pengisi acara] menggunakan masker. Apabila saat swab antigen ada yang positif, berarti harus diganti, apapun perannya.”
Nantinya WJNC akan menjadi pilot project kegiatan luar ruangan yang mengundang banyak orang. WJNC merupakan ruang penghargaan bagi seniman dan budayawan yang ada di Jogja.
“Selama dua tahun ini tidak ada kegiatan sebagai wadah seni dan budaya. Diharapkan bisa menjadi percontohan gelaran seni budaya dengan prokes ketat, sehingga tidak menciptakan klaster baru. Ini merupakan sinergi penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi,” kata Wahyu. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PCA Ngampilan menggelar Temu Lansia DCLA Siti Walidah yang diikuti 200 peserta, disertai pemeriksaan kesehatan gratis dan kajian keagamaan.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Borneo FC tanpa Ze Valente. Caretaker Guntur Cahyo Utomo menegaskan kekuatan tim terletak pada kolektivitas pemain.
Bahlil Lahadalia melarang ekspor SDA Indonesia transit di negara lain. Ia meminta pengiriman LNG dan mineral langsung ke negara tujuan.
Pieter Huistra kecewa setelah PSS Sleman kalah dari Garudayaksa FC. Dua gol mudah dan kartu merah Kevin Gomes menjadi sorotan.
Kunjungan wisman ke DIY pada September 2026 turun 12,96% secara bulanan. Low season dan gangguan penerbangan akibat abu vulkanik menjadi faktor penyebab.
PLN UID Yogyakarta mengajak masyarakat menjaga lingkungan sekitar jaringan listrik dan melaporkan potensi gangguan menjelang musim hujan 2026/2027.