Sri Sultan Jalani Cuti Kesehatan, Paku Alam X Jadi Plh Gubernur DIY
Sri Sultan Hamengku Buwono X menjalani cuti kesehatan hingga 1 Juli 2026. Paku Alam X ditunjuk sebagai Plh Gubernur DIY untuk menjalankan tugas harian.
Suasana WJNC #8 2023 di kawasan Tugu Jogja, Jetis, Kota Jogja, Sabtu (7/10/2023). (Harian Jogja/Sirojul Khafid)
Harianjogja.com, JOGJA—Pembatalan gelaran Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2025 menuai sorotan dari DPRD Kota Jogja. Anggota Komisi B, Ipung Purwandari, menilai keputusan tersebut sangat disayangkan mengingat WJNC selama ini menjadi salah satu daya tarik utama peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jogja setiap 7 Oktober.
Sejak pertama kali digelar pada 2016, WJNC telah menjadi agenda tahunan yang konsisten menghadirkan parade kolosal di kawasan Tugu Jogja. Pawai yang menampilkan 14 kemantren dengan berbagai kreasi wayang, seni pertunjukan jalanan, dan iringan musik megah itu selalu menyedot perhatian masyarakat maupun wisatawan luar daerah.
BACA JUGA: Kebakaran Hanguskan Kios di Kebun Buah Mangunan, Kerugian Capai Rp500 Juta
Ipung menegaskan, pembatalan WJNC 2025 bukanlah keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja secara langsung, melainkan imbas dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. "Pastinya sangat disayangkan kalau WJNC 2025 batal digelar. Ini kan event besar yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat, bahkan wisatawan dari luar daerah," ujar Ipung, Selasa (30/9/2025).
Meski demikian, ia menilai masih ada opsi untuk menyelamatkan keberlangsungan event. Salah satunya melalui kerja sama dengan pihak swasta agar bisa menjadi sponsor utama. “Harapan kita kalau bisa diadakan, skemanya sponsor dari swasta, karena banyak yang menyayangkan pembatalan ini. Kalau bisa cari sponsor besar sekalian, jangan kecil-kecil," katanya.
Ipung juga menilai, jika penyelenggaraan bisa diambil alih oleh sponsor besar, maka keberlangsungan acara tidak lagi sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. Dengan begitu, WJNC tetap dapat berjalan tanpa melanggar prinsip efisiensi anggaran yang kini tengah diterapkan pemerintah pusat.
BACA JUGA: Kasus Korupsi Mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo Seret Nama Eks Sekda
Menurutnya, kehadiran WJNC memberi dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi Jogja. Dari sektor pariwisata hingga pergerakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), event ini menjadi penggerak aktivitas ekonomi warga.
“Ketika ada event ini, pastinya mereka banyak yang hadir di Jogja. Mereka juga banyak memberikan kontribusi untuk Jogja, penginapan-penginapan kita jadi laku, UMKM kita juga jalan," imbuhnya.
Dari sisi anggaran, Pemkot Jogja saat ini diminta melakukan pengurangan hingga sekitar 30 persen. Kondisi itu membuat sejumlah program termasuk event tahunan seperti WJNC harus terimbas.
Sementara itu, DPRD Kota Jogja dalam kapasitasnya hanya bisa melakukan fungsi pengawasan dan penganggaran. Eksekusi pelaksanaan event sepenuhnya ada di ranah eksekutif. "Legislatif seperti saya kan cuma pengawasan, penganggaran, pelaksanaannya nanti benar nggak," ucap Ipung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menjalani cuti kesehatan hingga 1 Juli 2026. Paku Alam X ditunjuk sebagai Plh Gubernur DIY untuk menjalankan tugas harian.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi