Wayang Kulit Semalam Suntuk, Ada Pesan Damai dan Kepedulian untuk NTT
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Ilustrasi lomba lari/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN-Event olahraga Sleman Temple Run yang sedianya akan dilaksanakan pada 24 Oktober harus diundur karena Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan level yang masih terus berlangsung hingga saat ini.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Supramono, menjelaskan pada Senin (18/10/2021) pemerintah mengumumkan Sleman telah turun level PPKM menjadi level 2. Untuk mengubah perizinan, maka diputuskan Sleman Temple Run akan dilaksanakan pada 28 November.
“Kami sudah coba simulasi dan sebagainya. Tapi terkait PPKM level 3 yang sekarang level 2, sehingga kemudian kami coba perizinannya kita perbarui. Kami sudah diskusi untuk kita perbarui perizinan, untuk Satgas, Polda, Mabes. Sehingga yang sedianya dilaksanakan 24 oktober kemudian mundur,” ungkapnya, Selasa (19/10/2021).
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sleman, Aris Herbandang, mengatakan saat ini peserta Sleman Temple Run telah terpenuhi sebanyak 500 orang yang semuanya warga negara Indonesia (WNI).
BACA JUGA: Belum Ketemu, Harun Masiku Diduga Dilindungi Kekuatan Besar
“Pada prinsipnya kami tetap akan berikan yang terbaik. Panitia dan Pemkab Sleman walaupun ada refocusing anggaran, kami tetap bertahan agar Sleman Temple Run tidak ikut direfokusing. Ini momen yang sangat penting untuk memberikan kepercayaan kembali ke masyarakat khususnya pariwisata, bahwa Sleman aman dikunjungi,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan Sleman Temple Run ia memastikan tetap mengutamakan keamanan dan kesehatan, dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) dan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).
“Alhamdulillah Sleman sudah turun dari level 3. Prambanan, Ratu Boko dan sekitar sudah zona hijau. Ini bisa kita persiapkan bersama, masyarakat dan wisatawan yang datang ke sleman mematuhi protokol kesehatan, sehingga prediksi gelombang ketiga [Covid-19] tidak terjadi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Ledakan diduga akibat kebocoran gas di Bekasi melukai enam orang satu keluarga. Ayah dan anak meninggal setelah mengalami luka bakar parah.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.