Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Universitas Gadjah Mada (UGM). /Ist-dok ugm.ac.id
Harianjogja.com, SLEMAN-Sebanyak 1.329 lulusan Program Pascasarjana UGM diwisuda pada Kamis (21/10/2021). Proses wisuda digelar secara daring dan luring terbatas dengan perwakilan lulusan dari masing-masing fakultas di halaman Balairung UGM.
Rektor UGM, Panut Mulyono, mengatakan dalam upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi serta pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19 memerlukan kontribusi kreatif dan inovatif dari anak muda Indonesia yang mampu melakukan optimalisasi teknologi digital dan menemukan solusi untuk tantangan sosial-ekonomi yang dihadapi negara ini.
Data e-Conomy SEA 2020 yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company menyebutkan bahwa ekonomi digital di Indonesia pada 2020 tumbuh sebesar 11 persen jika dibandingkan dengan 2019, meski di tengah pandemi Covid-19.
Transaksi ekonomi digital tercatat mencapai Rp632 triliun pada 2020, dan berpeluang tumbuh sampai 8 kali lipat pada 2030. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, terdapat sejumlah hal yang perlu ditingkatkan, salah satunya ketersediaan tenaga kerja yang memiliki keterampilan di bidang teknologi, selain faktor lain seperti infrastruktur telekomunikasi.
Baca juga: Ingat! Bus Wisata Masuk Jogja Harus Kantongi Tiket dari Terminal Giwangan
“Generasi muda Indonesia dipanggil untuk mengerahkan segenap tenaga dan upaya, menggunakan seluruh kecerdasan dan kreativitas yang dimiliki, serta mengembangkan pemikiran-pemikiran kritis untuk memperjuangkan cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat dan bermartabat,” ujarnya.
Sebanyak 1.329 lulusan Program Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2021/2022 terdiri dari 1.167 orang lulusan Program Magister atau S2, termasuk 34 orang wisudawan dari Warga Negara Asing (WNA), 56 orang lulusan Program Spesialis, dan 106 orang lulusan Program Doktor atau S3 termasuk satu orang wisudawan dari WNA.
Dalam wisuda periode ini, masa studi rata-rata Program Magister adalah 2 tahun 3 bulan dan Program Doktor yakni 4 tahun 7 bulan. Waktu studi tercepat untuk lulusan dari Program Magister periode ini diraih oleh Niswah Umhudloh Dzakiyya dari Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, yang menyelesaikan studinya dalam waktu satu tahun.
Pada Program Spesialis diraih oleh Anggit Yoso Sulistyowati dari Program Studi Radiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 8 bulan. Adapun pada Program Doktor, waktu studi tercepat diselesaikan oleh Muhammad Jalil dari Program Studi Doktor Biologi, Fakultas Biologi, dalam waktu tiga tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.