Garudayaksa FC Juara Pegadaian Championship, Ini Kata Pelatih Widodo
Garudayaksa FC keluar sebagai juara Pegadaian Championship 2025/2026 setelah mengalahkan PSS Sleman di partai final.
Petugas memberikan arahan kepada pengunjung di Pantai Parangtritis, Minggu (14/2/2021). /Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL - Komisi B DPRD Bantul yang membidangi sektor pariwisata mewanti-wanti masyarakat untuk tidak euforia atas dibukanya kembali destinasi wisata. Dinas Pariwisata dan pelaku wisata diminta menyiapkan sarana penunjang protokol kesehatan agar tidak terjadi klaster dari sektor pariwisata.
Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis khawatir bila terjadi lonjakan di destinasi wisata. Hal itu merujuk pada penutupan wisata yang sebelumnya pernah terjadi.
"Kan sudah lama tempat wisata itu di tutup. Sehingga berdasarkan pengalaman beberapa waktu ini ditutup, itu ternyata antusias masyarakat untuk berpariwisata itu besar," tuturnya pada Kamis (21/10/2021).
Ditambahkan Wildan dengan adanya pembukaan wisata ini masyarakat jangan sampai terlalu euforia berwisata. Karena menurutnya pandemi masih ada di tengah-tengah masyarakat saat ini. "Ini belum selesai, ini juga masuk ada klaster-klaster baru," imbuhnya.
Baca juga: Ingat! Bus Wisata Masuk Jogja Harus Kantongi Tiket dari Terminal Giwangan
"Untuk itu para pelaku wisata, terus para wisatawan harus tetap menjaga prokes. Kepada dinas terkait dan para pelaku wisata harus menyediakan sarana prasarana untuk prokes," tandasnya.
Wildan tidak ingin sampai ada klaster kembali akibat prokes yang tidak diterapkan di destinasi wisata. Karena dampaknya bila terjadi klaster, pariwisata bisa ditutup kembali dan akan merugikan para pelaku wisata. "Jangan sampai dengan sekarang dibukanya wisata ini nanti meledak lagi [kasusnya], ada klaster-klaster baru lagi. Klaster wisata. Ini yang akan berdampak nanti naik lagi level PPKM-nya," tuturnya.
"Masyarakat dan pelaku wisata jangan sampai euforia. Boleh membuka tempat wisatanya silahkan. Karena pemulihan ekonomi harus kita laksanakan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Garudayaksa FC keluar sebagai juara Pegadaian Championship 2025/2026 setelah mengalahkan PSS Sleman di partai final.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.