Persib Pindah 3 Laga Kandang ke Si Jalak Harupat, Ini Jadwalnya
Persib memindahkan tiga laga kandang Oktober 2026 ke Si Jalak Harupat karena perawatan GBLA. Persib menargetkan kembali pada November.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SEDAYU - Satgas Kapanewon Sedayu terus melakukan tracing terhadap orang yang berkontak erat dengan 8 siswa dan 1 guru SD Sukoharjo, Argodadi, Sedayu. Kali ini, Satgas Covid-19 Kapanewon Sedayu melakukan swab PCR terhadap 22 orang yang sempat berkontak dengan 8 siswa dan 1 guru SD Sukoharjo.
"Hari ini ada 22 orang kami swab PCR. Sebanyak 16 orang kami swab PCR di Puskesmas Sedayu 1. Di mana mereka adalah yang kontak dengan 3 orang positif dari hasil swab 30 orang yang kami gelar Jumat (22/10) lalu. Sedangkan di Puskesmas Sedayu 2, kami swab PCR sebanyak 6 orang yang kontak erat dengan 8 siswa SD Sukoharjo," kata Panewu Sedayu Lukas Sumanasa, Senin (25/10).
BACA JUGA : Buntut Klaster Sekolah di Sedayu, 30 Orang Jalani Tes PCR
Mengenai hasil, mantan Panewu Bambanglipuro kemungkinan paling cepat baru akan keluar Selasa (26/10). Selain masih menunggu hasil swab PCR, saat ini pihaknya terus memasifkan edukasi terhadap warga terkait dengan penerapan protokol kesehatan dan meminta warga yang sempat kontak erat terhadap orang yang positif Covid-19 dari klaster takziah untuk mau menjalani swab PCR.
"Kami minta mereka untuk taati aturan dan mengedukasi mereka," jelasnya.
Sementara untuk mencegah penularan, Lukas menyatakan kegiatan belajar mengajar tatap muka di SD Sukoharjo ditutup sementara. "Masih kami tutup sementara. Sampai mereka sembuh dan tracing terus kami lakukan," ungkap Lukas.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budi Raharja mengatakan munculnya klaster sekolah itu berawal dari klaster takziah di Argorejo, Sedayu. Di mana, saat itu ada satu warga suspek Covid-19 meninggal dunia. Oleh rumah sakit, jenazah warga itu diminta dikebumikan dengan protokol kesehatan. Namun, ditolak oleh warga. "Alhasil, dilakukan pemakaman tanpa prokes dan ada tahlilan," jelasnya.
Dalam perkembangannya, 2 Oktober 2021 muncul hasil swab bagi jenazah suspek tersebut. Hasilnya, jenazah tersebut positif Covid-19. Satgas kapanewon Sedayu pun melakukan tracing, testing dan treatmen kepada kontak erat. Dari tracing awal didapatkan dua orang anggota keluarga jenazah positif Covid-19. Di mana salah satu anggota keluarga tersebut adalah guru.
BACA JUGA : Satgas Tunggu Hasil Swab 30 Warga di Klaster Sedayu
Tracing kemudian dilanjutkan. Didapatkan tiga orang positif. Ketiga orang itu adalah seorang guru, anak guru tersebut dan satu karyawan swasta. Tracing juga dilakukan kepada seorang karyawan sekolah dan guru yang juga anaknya terpapar positif Covid-19.
"Hasilnya ada 8 siswa SD positif dan terpapar dari guru yang mengajar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persib memindahkan tiga laga kandang Oktober 2026 ke Si Jalak Harupat karena perawatan GBLA. Persib menargetkan kembali pada November.
Polresta Jogja menyatakan dugaan pungli dan pemerasan terhadap Bolosego di Alkid tak memenuhi unsur pidana setelah memeriksa 17 orang.
BGN menemukan yayasan meminta setoran per ompreng kepada mitra MBG. Sudaryono menyebut praktik tersebut bermula dari kepemimpinan sebelumnya.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.