Maracana ke MetLife: Perjalanan Pahit Messi di Tiga Final
Lionel Messi menangis di final Piala Dunia 2026, mengulang pahitnya 2014 dan 2016. Kekalahan dari Spanyol jadi mimpi buruk ketiga di usia 39 tahun.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL-- Satgas Covid-19 Kapanewon Sedayu melakukan swab PCR kepada 30 orang kontak erat dengan 8 siswa dan 1 guru SD Sukoharjo, Argodadi, Sedayu, Jumat (22/10/2021). Swab PCR dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi penularan kasus yang diawali dari takziah beberapa waktu lalu.
"Hari ini kami melakukan swab PCR kepada 30 orang yang kontak erat dengan 8 siswa dan 1 guru SD Sukoharjo di Puskesmas Sedayu 2," kata Panewu Sedayu Lukas Sumanasa, Jumat (22/10/2021).
Mantan Panewu Bambanglipuro itu mengungkapkan, hasil dari swab kemungkinan paling cepat baru akan keluar Sabtu (23/10/2021). Meski demikian, Lukas berharap hasil swab untuk 30 orang tersebut negatif.
"Untuk 8 siswa dan 1 guru SD Sukoharjo itu sejatinya adalah rantai penularan kelima. Kami berharap tidak ada lagi penularan Covid-19 yang bersumber dari takziah tersebut," jelas Lukas.
BACA JUGA: Data Pribadi Warga Indonesia yang Pernah Mengadu ke KPAI Diduga Bocor
Menurut Lukas, saat ini, kedelapan siswa dan satu guru tersebut kini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Untuk mencegah penularan, kegiatan belajar mengajar tatap muka di SD Sukoharjo ditutup sementara. "Sementara kami tutup. Sembari memaksimalkan tracing," ungkapnya.
Kepala Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Edy Sutrisno yang dikonfirmasi membenarkan adanya penutupan SDN Sukoharjo. SD tersebut ditutup setelah ada sebanyak 8 siswa SD di tempat itu terpapar Covid-19. Para siswa tersebut terpapar dari guru yang nekat mengajar meski telah terpapar Covid-19.
"Sementara kegiatan PTM di tempat itu kami tutup. Sampai semua yang positif dinyatakan sembuh," katanya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budi Raharja mengatakan munculnya klaster sekolah itu berawal dari klaster takziah di Argorejo, Sedayu. Di mana, saat itu ada satu warga suspek Covid-19 meninggal dunia. Oleh rumah sakit, jenazah warga itu diminta dikebumikan dengan protokol kesehatan. Namun, ditolak oleh warga. "Alhasil, dilakukan pemakaman tanpa prokes dan ada tahlilan," jelasnya.
Dalam perkembangannya, 2 Oktober 2021 muncul hasil swab bagi jenazah suspek tersebut. Hasilnya, jenazah tersebut positif Covid-19. Satgas kapanewon Sedayu pun melakukan tracing, testing dan treatmen kepada kontak erat. Dari tracing awal didapatkan dua orang anggota keluarga jenazah positif Covid-19. Di mana salah satu anggota keluarga tersebut adalah guru.
Tracing kemudian dilanjutkan. Didapatkan tiga orang positif. Ketiga orang itu adalah seorang guru, anak guru tersebut dan satu karyawan swasta. Tracing juga dilakukan kepada seorang karyawan sekolah dan guru yang juga anaknya terpapar positif Covid-19.
"Hasilnya ada 8 siswa SD positif dan terpapar dari guru yang mengajar dan diketahui positif," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lionel Messi menangis di final Piala Dunia 2026, mengulang pahitnya 2014 dan 2016. Kekalahan dari Spanyol jadi mimpi buruk ketiga di usia 39 tahun.
10 negara terbaik untuk solo traveling: Jepang, Korea Selatan, Singapura, Selandia Baru, Islandia, Portugal, Kanada, Swiss, Australia, Finlandia. Aman, nyaman,
Studi: manusia makin pendiam! Jumlah kata per hari turun 338 kata/tahun, dari 16.000 (2005) ke 12.700 (2019). Teknologi & perubahan sosial jadi pemicu. Simak se
Satpol PP Bantul menyoroti meningkatnya kenakalan remaja dan meminta orang tua memperketat pengawasan, terutama pada malam hari. Pelajar diimbau sudah berada di
Ferran Torres putus dari influencer Martina Hunter sebelum final, tapi tetap cetak gol kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026. Kisah patah hati berbuah trofi ju
Satu jenazah diduga korban KM Nurul Salsa ditemukan di perairan Pulau Pamulikang, Pangkep. Operasi SAR hari ketujuh masih mencari 17 korban lainnya.