Setelah Wales, FA Inggris Dikabarkan Tinggalkan Gianni Infantino
FA Inggris dikabarkan mengikuti Wales mencabut dukungan untuk Gianni Infantino setelah gagalnya proyek komersial FIFA senilai US$4,2 miliar.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL-- Satgas Covid-19 Kapanewon Sedayu melakukan swab PCR kepada 30 orang kontak erat dengan 8 siswa dan 1 guru SD Sukoharjo, Argodadi, Sedayu, Jumat (22/10/2021). Swab PCR dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi penularan kasus yang diawali dari takziah beberapa waktu lalu.
"Hari ini kami melakukan swab PCR kepada 30 orang yang kontak erat dengan 8 siswa dan 1 guru SD Sukoharjo di Puskesmas Sedayu 2," kata Panewu Sedayu Lukas Sumanasa, Jumat (22/10/2021).
Mantan Panewu Bambanglipuro itu mengungkapkan, hasil dari swab kemungkinan paling cepat baru akan keluar Sabtu (23/10/2021). Meski demikian, Lukas berharap hasil swab untuk 30 orang tersebut negatif.
"Untuk 8 siswa dan 1 guru SD Sukoharjo itu sejatinya adalah rantai penularan kelima. Kami berharap tidak ada lagi penularan Covid-19 yang bersumber dari takziah tersebut," jelas Lukas.
BACA JUGA: Data Pribadi Warga Indonesia yang Pernah Mengadu ke KPAI Diduga Bocor
Menurut Lukas, saat ini, kedelapan siswa dan satu guru tersebut kini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Untuk mencegah penularan, kegiatan belajar mengajar tatap muka di SD Sukoharjo ditutup sementara. "Sementara kami tutup. Sembari memaksimalkan tracing," ungkapnya.
Kepala Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Edy Sutrisno yang dikonfirmasi membenarkan adanya penutupan SDN Sukoharjo. SD tersebut ditutup setelah ada sebanyak 8 siswa SD di tempat itu terpapar Covid-19. Para siswa tersebut terpapar dari guru yang nekat mengajar meski telah terpapar Covid-19.
"Sementara kegiatan PTM di tempat itu kami tutup. Sampai semua yang positif dinyatakan sembuh," katanya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budi Raharja mengatakan munculnya klaster sekolah itu berawal dari klaster takziah di Argorejo, Sedayu. Di mana, saat itu ada satu warga suspek Covid-19 meninggal dunia. Oleh rumah sakit, jenazah warga itu diminta dikebumikan dengan protokol kesehatan. Namun, ditolak oleh warga. "Alhasil, dilakukan pemakaman tanpa prokes dan ada tahlilan," jelasnya.
Dalam perkembangannya, 2 Oktober 2021 muncul hasil swab bagi jenazah suspek tersebut. Hasilnya, jenazah tersebut positif Covid-19. Satgas kapanewon Sedayu pun melakukan tracing, testing dan treatmen kepada kontak erat. Dari tracing awal didapatkan dua orang anggota keluarga jenazah positif Covid-19. Di mana salah satu anggota keluarga tersebut adalah guru.
Tracing kemudian dilanjutkan. Didapatkan tiga orang positif. Ketiga orang itu adalah seorang guru, anak guru tersebut dan satu karyawan swasta. Tracing juga dilakukan kepada seorang karyawan sekolah dan guru yang juga anaknya terpapar positif Covid-19.
"Hasilnya ada 8 siswa SD positif dan terpapar dari guru yang mengajar dan diketahui positif," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FA Inggris dikabarkan mengikuti Wales mencabut dukungan untuk Gianni Infantino setelah gagalnya proyek komersial FIFA senilai US$4,2 miliar.
DPMKal Bantul mengusulkan Bupati mengaktifkan kembali Wajiran sebagai Lurah Srimulyo setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggelar pelatihan karier, beasiswa, dan motivation letter bagi siswa SMK Negeri 7 Maluku Tengah.
Kejari Karanganyar melanjutkan penyidikan dugaan korupsi retribusi PKL. Sekitar 20 saksi telah diperiksa dan mantan kepala dinas AM kembali dimintai keterangan.
Persib Bandung mengalahkan Persija Jakarta 2-1 di semifinal Piala Presiden 2026 dan memastikan tiket ke partai final.
Pasien obesitas dengan berat badan hampir 300 kilogram di Sragen meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ICU RSSP Sragen.