Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Ilustrasi pengangguran/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—Selama dua tahun terakhir diperkirakan ada jutaan lulusan SMA dan perguruan tinggi yang menganggur akibat pandemi Covid-19. Untuk mengurangi jumlah pengangguran, pemerintah harus terus membuka dan memperluas lapangan kerja baru.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Sartono, mengatakan setiap tahun ada sekitar 3,45 juta pencari kerja baru. Rinciannya, sebanyak 1,8 juta pencari kerja baru lulusan SMA/SMK dan 1,65 juta lulusan perguruan tinggi. "Totalnya ada sekitar 3,45 juta pencari kerja baru setiap tahun. Nah, selama pandemi Covid-19, ada sekitar tujuh juta pengangguran baru. Ini baru perkiraannya," kata Agus seusai meresmikan Masjid Al-Ittihad di Dusun Nglempong, Umbulmartani, Ngemplak, Sabtu (30/10/2021).
Jumlah tersebut bisa bertambah manakala banyak pekerja yang terkena PHK atau dirumahkan akibat perusahaannya terdampak pandemi. "Belum lagi usaha-usaha yang terdampak pandemi, maka jumlah pengangguran bisa lebih banyak," katanya.
Selain akibat pandemi Covid-19, penambahan jumlah pengangguran disebabkan perubahan lapangan kerja yang memanfaatkan layanan media digital. Kondisi ini terjadi karena pekerjaan yang sebelumnya bisa dikerjakan oleh manusia saat ini diganti oleh teknologi aplikasi.
"Contohnya bisnis kuliner dari rumah. Satu sisi jualan menggunakan platform digital selain jangkauannya semakin luas juga dinilai praktis. Di sisi lain, kecepatan untuk penciptaan lapangan kerja tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja," katanya.
Menurut Agus, untuk mengurangi angka pengangguran pemerintah terus berupaya membuka lapangan kerja baru. Salah satunya melalui pemberian kartu prakerja yang jumlah sasarannya mencapai lebih dari 10 juta orang. Pemberian kartu prakerja ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja.
Agus berharap agar masyarakat tidak terlena dengan penurunan kasus Covid-19. Alasannya, di negara-negara maju penularan Covid-19 kembali naik karena warganya terlalu euforia dengan penurunan kasus Covid-19. "Tolong agar masyarakat dimulai dari lingkungan terkecil [keluarga] tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kalau keluar rumah wajib pakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun," katanya.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan per 31 Oktober terjadi penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak delapan kasus dan empat kasus sembuh tanpa ada kasus kematian. Total terdapat 264 kasus aktif di Sleman dengan rincian 56 dirawat di rumah sakit, tujuh dirawat di selter isolasi terpadu dan 201 menjalani isolasi mandiri. "Total warga Sleman yang terkomfirmasi positif sebanyak 54.548 kasus, sembuh 51.884 kasus dan meninggal dunia 2.400 kasus," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Buruh Jogja meminta outsourcing dihapus dan pekerja kontrak dibatasi maksimal satu tahun dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan.
Bahlil Lahadalia siap dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Energi sekaligus tetap menjabat Menteri ESDM.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.