JFF 2026 Hadir di Jogja, Edukasi Keuangan Dikemas Lebih Seru
JFF 2026 hadir di Jogja, padukan edukasi finansial, konser musik, dan lari amal untuk generasi muda.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN- Hujan dan angin kencang yang melada wilayah Gamping, Sleman menyebabkan baliho dan sejumlah pohon tumbang, Senin (1/11/2021). Masyarakat diminta terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrim akhir tahun ini.
Berdasarkan laporan BPBD Sleman, angin kencang melanda wilayah sejumlah titik di Kapanewon Gamping pada Senin siang. Di Banyurejo, pohon sukun tumbang menimpa pagar rumah dan kabel listrik. Di Balecatur beberapa baliho dan papan nama tumbang. Adapun di Ambarketawang, empat pohon dilaporkan tumbang menimpa rumah dan pagar. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini.
Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan baik anggaran maupun personel kebencanaan sudah disiagakan untuk menghadapi potensi bencana sebagai dampak La Nina. Pemkab juga terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk mengantisipasi potensi bencana. Termasuk menyiapkan barak pengungsian jika dibutuhkan.
BACA JUGA: Eks Napi Beberkan Penyiksaan Kejam oleh Sipir Lapas Narkotika Jogja
"Kami sudah menyiapkan langkah antisipatif untuk mengantisipasi bencana. BPBD dengan teknis penanganan kebencanaannya dan BKAD dengan anggarannya," katanya, Senin (1/11/2021).
Menurut Harda, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana bukan sesuatu yang baru dilakukan oleh Pemkab. Sebagai daerah yang memiliki potensi beragam bencana mulai angin kencang, banjir, longsor dan sebagainya, Pemkab sudah menyiapkan diri sejak awal. Misalnya memangkas atau memotong pepohonan yang berpotensi tumbang.
"Masyarakat sudah memahami potensi bencana di lingkungannya. Mereka punya pengalaman apa yang harus dilakukan. Termasuk yang di bantaran sungai. Nah, relawan kebencanaan saat ini menjadi ujung tombak penanganan kebencanaan," katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan juga meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Potensi angin kencang misalnya harus diantisipasi dengan cara salah satunya memangkas pepohonan yang berpotensi tumbang.
Begitu juga dengan infrastruktur dan bangunan seperti baliho diminta untuk dicek kembali kondisinya. Adapun BPBD Sleman selain menyiagakan peralatan juga menyiapkan personel hingga relawan kebencanaan. "Personel yang standby 38 orang tapi relawannya banyak. Seluruhnya siap bergerak 24 jam," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JFF 2026 hadir di Jogja, padukan edukasi finansial, konser musik, dan lari amal untuk generasi muda.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.