Jadwal Lengkap Bus DAMRI Jogja-YIA, 28 Agustus 2026
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Kasus Covid-19 di DIY dilaporkan melonjak pada Rabu (3/11/2021). Bila beberapa pekan terakhir kasus Corona harian yang dilaporkan rata-rata di bawah 30 kasus, pada Rabu jumlah kasus baru melonjak menjadi 89 kasus.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih mengakui jika salah satu penyebab meningkatnya kasus positif disebabkan adanya klaster takziah Sedayu, Bantul.
"Antara lain iya [klaster takziah Sedayu]. Untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan yang bersangkutan," kata Berty, Rabu.
Sebagaimana diketahui, jumlah warga terpapar Covid-19 dari klaster takziah sedayu terus bertambah. Tidak hanya menyebabkan enam warga SMKN 1 Sedayu dan delapan warga SD Sukoharjo terpapar, namun juga menyebar ke tiga kabupaten di DIY, yakni Gunungkidul, Kulonprogo dan Sleman.
Ketua Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Bantul Joko Purnomo, Selasa (2/11/2021) menyatakan hasil tracing terakhir dari penularan Covid-19 di SMKN1 Sedayu yang berasal dari klaster takziah berjumlah 25 warga Bantul. Di mana, ada 15 warga Sedayu positif Covid-19, Kasihan 4 warga, Pajangan 3 warga, Bambanglipuro 1 warga, Sewon 1 warga dan Srandakan 1 warga.
"Selain itu juga menyebar ke tiga kabupaten di DIY. Di Gunungkidul 1 kasus, Kulonprogo 3 kasus dan Sleman 12 kasus," kata Joko Purnomo.
Oleh karena itu, Satgas Covid-19 Kabupaten Bantul kemudian menggelar rapat terbatas dengan mengundang Panewu Pajangan, Panewu Sedayu, Panewu Sewon dan Panewu Kasihan. Selain itu, semua lurah di empat kapanewon tersebut juga diikutkan dalam rapat tersebut.
"Ini kami lakukan agar tidak muncul kembali klaster di wilayah Bantul bagian utara. Kami khawatir karena sekarang penerapan protokol kesehatan di masyarakat mulai kendor. Kami minta penerapan prokes ini diperketat. Termasuk mengaktifkan kembali jaga warga, tujuannya agar jangan sampai muncul klaster baru," lanjut Joko.
Mengenai jumlah kasus aktif Covid-19 di Bantul, Joko menyebut sampai Selasa (2/11/2021), ada total 111 kasus dan saat ini mereka sedang melakukan isolasi mandiri.
"Tentu kami tidak ingin angka ini terus bertambah. Kami harus ketatkan penerapan prokes," ucap Joko.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan tracing terhadap kontak erat dari klaster takziah di Sedayu. Untuk memastikan tidak ada penularan baru, pihaknya telah bekerja sama dengan Disdikpora Bantul dan Disdikpora DIY agar menutup aktivitas kegiatan pembelajaran tatap muka di SD Sukoharjo dan SMKN1 Sedayu. Selain itu, Dinkes juga akan memasifkan edukasi kepada masyarakat terkait dengan penerapan protokol kesehatan.
"Selain itu, kami juga akan mengadakan tes PCR acak ke 120 sekolah SD dan SMP dengan sasaran 1.700 siswa, guru dan petugas TU di bulan ini. Untuk pelaksanaannya nanti akan melibatkan puskesmas terdekat," jelas Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Raja Norwegia Harald V meninggal dunia pada usia 89 tahun setelah menjalani perawatan intensif. Kepergiannya mengakhiri lebih dari 35 tahun masa pemerintahannya
BYD M9 dipastikan meluncur di Australia akhir 2026. MPV plug-in hybrid ini menawarkan tenaga 218 kW, jarak tempuh hingga 850 km, dan siap menantang Kia Carnival
Kekeringan DIY 2026 disebut mirip kondisi 2023. BPBD mencatat 5,047 juta liter air telah disalurkan ke empat kabupaten.
DPUPKP Kota Jogja memperbaiki trotoar secara bertahap dan memastikan guiding block dipasang di lokasi yang memungkinkan bagi pejalan kaki.
RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan paling lambat 15 Desember 2026. Simak progres dan tahapan pembahasannya di DPR.