7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA--Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Jogja berencana melakukan skrining acak terhadap siswa dan guru di tiap sekolah yang sudah menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas sebagai langkah untuk memastikan tidak ada penularan kasus.
"Nanti akan dilakukan skrining ke siswa dan guru. Pemeriksaan dengan metode tes cepat antigen. Sekarang masih dalam persiapan," kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Kamis (4/11/2021).
Menurut dia, pemeriksaan terhadap siswa dan guru tersebut perlu dilakukan untuk mendeteksi dan memastikan tidak ada penularan kasus COVID-19 dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Yogyakarta.
"Pelaksanaannya akan dilakukan di semua sekolah," katanya.
BACA JUGA: Update 4 November 2021: Covid-19 di DIY Tambah 48 Kasus, Ini Data Lengkapnya
Selain kepada siswa dan guru atau tenaga pendidik di sekolah, skrining juga direncanakan dilakukan terhadap petugas layanan umum dan petugas yang memiliki risiko tinggi terpapar COVID-19.
"Misalnya, aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di layanan umum, personel Satpol PP atau personel keamanan di Malioboro (Jogoboro)," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengatakan skrining acak akan diawali untuk siswa dan guru yang diharapkan sudah bisa direalisasikan secepatnya pada bulan ini.
"Akan dipilih 30 siswa dan tiga guru atau pendidik di tiap sekolah sebagai sampel yang akan menjalani tes cepat antigen," katanya.
Skrining acak tersebut akan dilakukan dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA atau sederajat.
"Skrining akan dilakukan rutin. Jadi, nanti siswa dan guru yang menjadi sampel dari tiap sekolah pun terus berubah," katanya dan berharap bisa mendapat sekitar 1.000 sampel dari pelaksanaan tes cepat antigen ke siswa dan guru tersebut.
Petugas yang akan diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan berasal dari tenaga kesehatan Puskesmas yang berada di wilayah yang sama dengan sekolah.
"Kami tentunya siap. Tinggal berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk pelaksanaannya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.