Kejurda MMA DIY 2026 Jadi Ajang Cetak Atlet Potensial
Kejurda IBCA-MMA DIY 2026 di Jogja jadi ajang pembinaan atlet muda dan pencarian bibit potensial menuju level profesional
Pemaparan hasil penelitian terkait dashboard yang efektif untuk mengontrol pemaosk barang. /Ist-uii.
Harianjogja.com, JOGJA--Sebuah usaha retail harus berorientasi pada kepuasan konsumen. Sehingga evaluasi dan pemantauan terhadap barang dari pemasok perlu dilakukan secara rutin. Agar barang yang dijual sesuai dengan keinginan konsumen.
Mahasiswi Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII Aletia Nurul Aisyah membuat desain dashboard yang efektif untuk mengontrol pemasok barang. Desain ini dikembangkan dengan pendekatan Key Risk Indicator (KRI) yang merupakan indikator pemberitahuan dini apabila terjadi suatu perubahan dari risiko kondisi barang.
BACA JUGA : Bisnis Ritel di Jogja Diklaim Masih Moncer
“Dashboard memungkinkan pengguna untuk menganalisis akar penyebab masalah dengan menjelajahi informasi yang relevan dan tepat waktu dari berbagai perspektif dengan detail. Sistem kinerja dashboard dapat mengintegrasikan data dari berbagai sumber yang diperlukan, dimana perusahaan dapat mengelola data dan menyajikan dalam bentuk laporan informasi yang berkualitas,” katanya dalam rilisnya Sabtu (6/11/2021).
Penyusunan dashboard menggunakan pendekatan ini ditampilkan pada indikator dengan disesuaikan dengan penilaian kinerja pemasok. Desain buatannya dapat membantu perusahaan untuk mengontrol pemasoknya dengan beberapa indikator yang dirasa penting oleh perusahaan.
”Tujuan dari penyajian data berupa dashboard menggunakan pendekatan KRI akan membantu perusahaan dalam melakukan pemberitahuan dini untuk mengetahui permasalahan pemasoknya diawal proses. Sehingga dapat diambil tindakan untuk mengatasi risiko yang akan terjadi pada kinerja pemasok dalam melakukan pasokan barang ke perusahaan,” ujarnya.
Ketua Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII Winda Nur Cahyo menambahkan dengan desain dashboard tersebit memungkinkan perusahaan dapat mencapai tujuan konsumen merasa puas apabila mereka dapat menemukan barang yang diinginkan. Selain itu perusahaan ritel harus memiliki pemasok yang akan menyediakan permintaannya untuk membantu menyediakan kebutuhan konsumen.
”Pentingnya dilakukan evaluasi pemasok untuk membantu perusahaan dalam memilih pemasok yang tepat dengan harga yang tepat, pada waktu yang tepat, dalam jumlah yang tepat dengan kualitas yang tepat,” katanya.
BACA JUGA : Aprindo Sebut Bisnis Ritel Kembali Tersendat
Dosen Pembimbing Taufiq Immawan menyatakan dari hasil penelitian secara langsung ditemukan persoalan pemasokan barang semen, pipa, kayu dan batu bata terkait dengan ketepatan jumlah pengiriman barang, ketepatan waktu hingga kualitas. Sehingga dapat diusulkan desain dashboard yang sesuai untuk perusahaan tersebut.
“Dengan temuan ini perusahaan dapat mengetahui risiko secepat mungkin dan dapat melakukan koordinasi dengan spemasok agar tidak terlalu lama menghambat kinerja pasokan barang ke konsumen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kejurda IBCA-MMA DIY 2026 di Jogja jadi ajang pembinaan atlet muda dan pencarian bibit potensial menuju level profesional
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.