Magelang Perkuat Koordinasi Jelang Lebaran dan Arus Mudik
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Meyra Martanti (kiri) dan Lidia Eka (kanan), saat hadir di Talk Show Panggung Harjo, Rabu (10/11/2021)./Ist
Harianjogja.com, JOGJA- Setiap orang punya keunikan masing-masing dan upaya pendekatan mereka untuk bertahan hidup pun berbeda-beda. Semua punya hak yang sama dan bisa mendapatkan kesempatan yang sama.
Prinsip itulah yang dipegang Meyra Martanti, pemilik Kafe Artease Sinden. Kafe di Sumberan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman ini merupakan kafe unik karena mayoritas pegawainya adalah orang berkebutuhan khusus yaitu tuli.
"Artease Sinden ini kafe kecil untuk yang berkebutuhan khusus tuli, untuk bisa berkreasi karena mereka punya passion masak-memasak, sehingga jadi saluran mereka berkreasi menemukan passionnya di dunia barista," ungkap Meyra, saat hadir di Talk Show Panggung Harjo "Berbisnis dan Memberdayakan Remaja Difabel", Rabu (10/11/2021).
Talkshow yang digelar secara daring di Youtube Harian Jogja ini juga menghadirkan narasumber Lidia Eka, barista di Kafe Artease Sinden. Menurut Meyra, meski tuli, mereka handal menjadi barista dan petugas lain di kafe tersebut.
Menu-menu yang ada di kafe tersebut dikreasi sendiri. Setiap karyawan yang masuk akan diajari dari awal. "Asal mereka punya kemauan untuk belajar," kata Meyra.
Meyra mengaku ingin memberikan kesempatan yang sama pada orang-orang tuli dengan mengajak mereka bergabung di Kafe Artease Sinden. Mayoritas karyawannya adalah mahasiswa luar daerah yang kuliah di Jogja.
"Setiap orang punya hak yang sama, akhirnya kita berikan kesempatan yang sama, kita mulai dari diri. Saya senang anak-anak punya rumah kedua. Mereka mayoritas orang luar Jawa, seperti Lidia ini asal Lampung. Kami ingin jadi keluarga kedua," jelas Meyra.
Ia mengakui mengelola kafe unik ini tidak mudah. Suasana di kafe ini sunyi. Pelanggan yang datang perlu menyesuaikan, dan akan didampingi. "Pelanggan yang sudah sering datang akan terbiasa. Untuk pelanggan baru, akan didampingi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.