CFD Gunungkidul Pindah ke Jalan Agus Salim, Ini Alasannya
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Kepala Stasiun Klimatologi Sleman, Reni Kraningtiyas (kiri) bersama-sama dengan anggota TNI-Polri saat menunjukan contoh hasil panen milik petani yang sudah mengikuti SLI yang dilaksanakan di Dusun Sawahan 2, Kalurahan Bleberan, Playen. Rabu (11/11/2021)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Stasiun Klimatologi Sleman atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta melakukan pendampingan kepada petani melalui Sekolah Lapang Iklim (SLI). Selain memberikan pengetahuan tentang cuaca, program ini diklaim bisa meningkatkan produktivitas pertanian.
Kepala Stasiun Klimatologi Sleman, Reni Kraningtiyas mengatakan, sesuai dengan ketugasan yang dimiliki untuk memberikan informasi berkaitan iklim maka dilaksanakanlah pembinaan peran serta masyarakat dalam kegiatan meteorologi klimatologi dan geofisika. Kegiatan ini dilaksanakan melalui SLI yang diselenggarakan di Kabupaten Gununkidul dan Bantul.
“Sekolah lapang ini untuk antisipasi dampak dari fenomena iklim ekstrem di sektor pertanian,” katanya kepada wartawan di sela-sela Focus Group Discussion (FGD) SLI Operasional di Dusun Sawahan 2, Kalurahan Bleberan, Playen, Kamis (11/11/2021).
Dia menjelaskan, sekolah lapang ini diselenggarakan sebanyak lima kali yang dimulai pada 9 April 2021. Hasil dari pelatihan, para peserta mengalami peningkatan pengetahuan berkaitan dengan masalah cuaca.
Baca juga: BMKG Perkirakan Hujan Lebat Turun Masih di DIY Sepekan ke Depan
Pelatihan dari SLI juga sudah diimplementasikan para petani untuk penanaman. Adapun hasilnya di Dusun Sawahan 2 terdapat peningkatan panen kedelai sebesar 9% dibandingkan dengan hasil di tahun lalu.
“Peningkatan panen tidak hanya di Dusun Sawahan, Bleberan, Playen. Sebab petani bawang merah di Dusun Karang, Kapanewon Kretek mengalami peningkatan 15% ketimbang panen di tahun sebelumnya,” katanya.
Ditambahkan Reni, pelaksanaan SLI ada lima poin penting dalam pembelajaran. Yakni, memahami untuk belajar mengenidentifikasi permasalahan; mengungkpakan permasalahan yang dihadapi kepada peserta lainnya. Setelah itu, melakukan analisas terhadap permasalahan serta membuat kesimpulan guna menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
Adapun poin kelima adalah dengan menerapkan berdasarkan menganalisa, menyimpulkan dan diharapkan peserta dapat menerapkan solusi dari permasalahan yang dihadapi. “Poin yang tak kalah penting dari kegiatan ini adalah pengenalan unsur cuaca atau iklim beserta alat ukurnya dan pemahaman tentang informasi tentang iklim,” katanya.
Salah seorang alumni SLI di Dusun Sawahan 2, Kamijo mengaku senang dengan kegiatan ini karena mendapatkan pengetahuan baru tentang iklim dan cuaca. Salah satunya berkaitan dengan curah hujan sehingga akan berpengaruh terhadap jenis tanaman yang ditanam.
“Kalau dulu, kami hanya menggunakan ilmu titen [mengingat], tapi sekarang ada cara yang mudah mengetahui cuaca sehingga dapat digunakan patokan memulai bercocok tanam maupun jenis tanaman apa yang ditanam,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Ombudsman RI mengungkap dugaan pungli Rp150.000 per minggu di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural lapas kemudian dinonaktifkan.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.