Daging Ayam Gunungkidul Rp42.000 per Kg, MBG Jadi Sorotan
Harga daging ayam broiler di Gunungkidul naik menjadi Rp42.000 per kilogram. Pedagang menyebut permintaan MBG ikut mendorong kenaikan.
Lokakarya Sistem Informasi Daerah tentang Pengembangan Sumber Daya Lokal Mendukung Gunungkidul sebagai Gudang Ternak yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di aula Dinas Pertanian dan Pangan, Selasa (16/11). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, WONOSARI – Dosen Fakultas Peternakan, UGM Tri Satya Mastuti Widi berharap sapi lokal harus terus dilestarikan sehingga keberadaannya tidak punah karena tergusur sapi impor. Hal ini disampaikan dalam lokakarya Sistem Informasi Daerah tentang Pengembangan Sumber Daya Lokal Mendukung Gunungkidul sebagai Gudang Ternak yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di aula Dinas Pertanian dan Pangan, Selasa (16/11).
Menurut dia, pemahaman orang Jawa, ternak merupaka Raja Kaya. Selain sebagai tabungan, kepemilikian juga sebagai bentuk kebanggaan karena semakin banyak ternak maka tingkat kedudukan di masyarakat semakin tinggi.
Meski demikian, sambung dia, pada saat sekarang ada pergeseran jenis ternak yang dipelihara dari jenis lokal berganti dengan impor. Sebagai contoh, pemilik sapi jenis impor seperti simetal dan limosin dianggap memiliki derajat yang lebih tinggi.
“Kalau dulu ternak yang dipelihara [khususnya sapi] tidak begitu memperhatikan jenis, tapi dalam penelitian saya di 2009 lalu ada pergeseran karena yang ditonjolkan sapi jenis impor. Sedangkan yang lokal terkesan disembunyikan,” katanya dalam lokakarya, Rabu (16/11/2021).
Menurut dia, keberadaan sapi lokal harus dipertahankan sehingga tidak mengalami kepunahan. Pasalnya, saat jenis lokal sudah habis maka tidak bisa dikembalikan lagi.
“Di Negara-negara maju berlomba-lomba untuk mempertahankan jenis lokal, tapi kita malah lebih memilih jenis impor,” katanya.
Vitri, sapaan akrabnya mengungkapkan, sapi-sapi lokal memiliki keunggulan. Selain tidak rumit dalam pemeliharaan, sapi ini memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik dan tingkat adaptasi lingkungan juga bagus. “Beda dengan sapi silangan impor yang harus mendapat perawatan lebih dan biaya operasional tinggi,” katanya.
Menurut dia, cara terbaik untuk melestarikan sapi lokal dengan memanfaatkannya dengan baik. Pasalnya, jika terbukti sapi lokal memiliki nilai manfaat yang tinggi, maka semangat untuk melestarikan juga tinggi.
“Untuk pasar juga besar karena kondisi impor sapi di Australia terganggung karena jumlah populasi yang berkurang karena bencana alam. Sedangkan untuk mendatangkan dari Amerika Latin biaya operasionalnya tinggi, sehingga ini menjadi peluang di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan daging nasioal,” katanya.
Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Suseno Budi mengatakan, potensi ternak sangat tinggi karena Gunungkidul menjadi gudang ternak di DIY. Untuk sapi terdata populasinya mencapai 153.000 ekor.
Dia menjelaskan, sejak 2015 lalu mengembangkan sapi peranakan ongole (PO) lokal Gunungkidul yang dikembangkan di Kapanewon Wonosari dan Playen. Pada awalnya ada 20 kelompok yang dibina dan sekarang berkembang menjadi 25 kelompok.
“Untuk sapi yang mendapatkan Surat Keterangan Layak Bibit ada sekitar 700 ekor untuk jenis PO lokal Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga daging ayam broiler di Gunungkidul naik menjadi Rp42.000 per kilogram. Pedagang menyebut permintaan MBG ikut mendorong kenaikan.
Amri/Nita melaju ke semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalahkan Yang/Hu dua gim langsung.
29 klub sudah lolos Liga Champions 2026/27. Simak tujuh tiket tersisa, daftar peserta, jadwal play-off, dan format fase liga.
KPK menyegel ruang rektor dan wakil rektor Unsoed. Kampus menyebut belum mendapat informasi resmi terkait perkara yang ditangani KPK.
Skandal KFA dan dugaan layanan seksual untuk wasit asing kembali mencuat. Polisi Korea Selatan menyebut perkara telah kedaluwarsa.
Pemegang paspor Indonesia bisa menikmati fasilitas Visa on Arrival di puluhan negara. Berikut daftar negara VoA untuk WNI berdasarkan Passport Index 2026.