Duet Serasi Fitur Grand Vitara, Santai Hadapi Macet di Tanjakan
Perubahan tampak pada pembaruan Grand Vitara, yaitu penyematan Electronic Parking Brake yang menggantikan sistem tuas rem parkir mekanis pada keluaran sebelumny
Pelaksana Harian Kepala Bappeda Gunungkidul Sri Agus Wahyono (dua kanan) saat membuka lokakarya Sistem Inovasi Daerah 2021 bertema Pengembangan Sumber Daya Lokal Mendukung Gunungkidul sebagai Gudang Ternak di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Selasa (16/11). (ist/Bappeda Gunungkidul)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mendukung penguatan predikat Gunungkidul sebagai gudang ternak di DIY. Salah satunya melalui pembuatan pakan alternatif untuk ketahanan pangan pada ternak.
Plh Kepala Bappeda Gunungkidul, Sri Agus Wahyono mengatakan untuk memperkuat ketahanan ternak diselenggarakan lokakarya Sistem Inovasi Daerah 2021 bertemakan Pengembangan Sumber Daya Lokal Mendukung Gunungkidul sebagai Gudang Ternak, Selasa (16/11/2021). “Upaya pengembangan pakan ternak alternatif terus didorong untuk mendukung pengembangan sapi peranakan ongole di Gunungkidul,” katanya.
Program pengembangan pakan alternatif sudah diinisiasi Pemkab Gunungkidul sejak akhir 2018, dengan mengeluarkan Surat Edaran Bupati No.524/5814 tentang Pengembangan Pakan Alternatif Mandiri untuk Mendukung Budi Daya Peternakan. Pada 2019, upaya ini diperkuat melalui Surat Edaran Bupati No.520/6986 tentang Stasiun Pakan Isi Ulang Silase Mendukung Ketahanan Pakan Ternak di Gunungkidul. “Inovasi ini untuk mendukung Gunungkidul sebagai gudang ternak DIY,” katanya.
Peneliti Ahli Utama Bidang Nutrisi dan Teknologi Pakan, Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ahmad Sofyan mengatakan untuk mendukung ketahanan pakan ternak dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya dengan membangun stasiun pakan isi ulang silase. Teknik ini memiliki keunggulan karena pakan bisa lebih tahan lama dan serta kaya akan nutrisi.
“Untuk bahannya juga tidak sulit karena sudah tersedia seperti rumput gajah, jerami, dedak padi dan lain sebagainya,” katanya.
Sofyan meyakini apabila stasiun isi ulang silase dapat dikembangkan, maka ketersediaan pakan bagi warga tidak ada masalah. Adapun cara pembuatannya juga relatif mudah karena bisa menggunakan media tong plastik kapasitas 30 kilogram sehingga tidak membutuhkan tempat yang luas.
“Dengan teknik ini maka kualitas, kuantitas dan keberlanjutan pakan akan tersedia dengan mudah, tanpa mengenal adanya pergantian musim,” katanya.
Potensi Besar
Dosen Fakultas Peternakan UGM, Tri Satya Mastuti Widi mengatakan, potensi ternak di Gunungkidul sangatlah besar. Oleh karenanya harus terus dikembangkan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian, ia mengingatkan untuk tidak fokus pengembangan silangan sapi impor karena keberadaan sapi lokal harus tetap dilestarikan. Salah satunya dengan budi daya sapi PO lokal yang terbukti memiliki daya tahan yang bagus serta lebih tahan dari serangan bakteri.
“Yang tak kalah penting bibit unggul sapi lokal juga harus dijaga sehingga dapat menghasilkan anakan berkualitas,” katanya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perubahan tampak pada pembaruan Grand Vitara, yaitu penyematan Electronic Parking Brake yang menggantikan sistem tuas rem parkir mekanis pada keluaran sebelumny
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.