Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Petugas puskesmas hewan saat memberikan vaksin PMK kepada hewan ternak di Butuh, Patalan, Jetis belum lama ini. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul mengintensifkan program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi ternak sejak awal Januari 2026. Langkah ini menjadi upaya utama pemerintah daerah dalam menekan penyebaran virus yang sempat menyerang sejumlah hewan ternak di wilayah tersebut.
Vaksinasi gratis telah menjangkau delapan kapanewon dengan ribuan hewan menerima suntikan tahap pertama. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul, Novriyeni, merinci pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah.
Di Kapanewon Pundong, sebanyak 75 ekor sapi menerima vaksin. Wilayah Imogiri mencatat 87 ekor sapi, 145 ekor domba, serta 18 ekor kambing telah divaksin. Sementara di Pajangan, vaksinasi menjangkau 11 ekor sapi, 299 ekor domba, dan 9 ekor kambing.
Pelaksanaan vaksinasi juga dilakukan di Pleret dengan sasaran 69 ekor sapi, 78 ekor domba, dan 4 ekor kambing. Di Piyungan, sebanyak 65 ekor sapi, 168 ekor domba, serta 48 ekor kambing telah menerima vaksin. Kapanewon Pandak mencatat vaksinasi terhadap 49 ekor sapi, 103 ekor domba, dan 3 ekor kambing.
Sementara itu, di Jetis tercatat 87 ekor sapi telah mendapatkan vaksin PMK. Di Kasihan, vaksinasi menjangkau 64 ekor sapi dan 156 ekor domba.
“Hingga saat ini terdapat 23 ekor ternak yang sempat terjangkit PMK. Dari jumlah tersebut, 12 ekor sudah sembuh, dua ekor mati, dan sembilan ekor masih dalam proses penanganan,” ujar Novriyeni, Jumat (30/1/2026).
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, menegaskan vaksinasi PMK diberikan secara cuma-cuma kepada peternak sebagai bentuk perlindungan dini terhadap kesehatan hewan ternak. Program tahap pertama dijadwalkan berlangsung dari Januari hingga Maret 2026 dengan total 6.000 dosis vaksin yang disiapkan.
“Vaksinasi bertujuan membentuk kekebalan tubuh ternak agar tidak mudah terinfeksi PMK. Sasaran kami adalah ternak sehat, ternak baru lahir, serta ternak yang sebelumnya telah divaksin karena perlindungan PMK tidak cukup hanya satu kali penyuntikan,” jelasnya.
DKPP Bantul berharap melalui vaksinasi berkelanjutan ini, angka kasus PMK dapat ditekan secara signifikan sekaligus menjaga produktivitas dan keberlangsungan usaha peternakan di Kabupaten Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.