Abrasi Putus Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul, Warga Terpaksa Memutar
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Petugas puskesmas hewan saat memberikan vaksin PMK kepada hewan ternak di Butuh, Patalan, Jetis belum lama ini. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul mengintensifkan program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi ternak sejak awal Januari 2026. Langkah ini menjadi upaya utama pemerintah daerah dalam menekan penyebaran virus yang sempat menyerang sejumlah hewan ternak di wilayah tersebut.
Vaksinasi gratis telah menjangkau delapan kapanewon dengan ribuan hewan menerima suntikan tahap pertama. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul, Novriyeni, merinci pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah.
Di Kapanewon Pundong, sebanyak 75 ekor sapi menerima vaksin. Wilayah Imogiri mencatat 87 ekor sapi, 145 ekor domba, serta 18 ekor kambing telah divaksin. Sementara di Pajangan, vaksinasi menjangkau 11 ekor sapi, 299 ekor domba, dan 9 ekor kambing.
Pelaksanaan vaksinasi juga dilakukan di Pleret dengan sasaran 69 ekor sapi, 78 ekor domba, dan 4 ekor kambing. Di Piyungan, sebanyak 65 ekor sapi, 168 ekor domba, serta 48 ekor kambing telah menerima vaksin. Kapanewon Pandak mencatat vaksinasi terhadap 49 ekor sapi, 103 ekor domba, dan 3 ekor kambing.
Sementara itu, di Jetis tercatat 87 ekor sapi telah mendapatkan vaksin PMK. Di Kasihan, vaksinasi menjangkau 64 ekor sapi dan 156 ekor domba.
“Hingga saat ini terdapat 23 ekor ternak yang sempat terjangkit PMK. Dari jumlah tersebut, 12 ekor sudah sembuh, dua ekor mati, dan sembilan ekor masih dalam proses penanganan,” ujar Novriyeni, Jumat (30/1/2026).
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, menegaskan vaksinasi PMK diberikan secara cuma-cuma kepada peternak sebagai bentuk perlindungan dini terhadap kesehatan hewan ternak. Program tahap pertama dijadwalkan berlangsung dari Januari hingga Maret 2026 dengan total 6.000 dosis vaksin yang disiapkan.
“Vaksinasi bertujuan membentuk kekebalan tubuh ternak agar tidak mudah terinfeksi PMK. Sasaran kami adalah ternak sehat, ternak baru lahir, serta ternak yang sebelumnya telah divaksin karena perlindungan PMK tidak cukup hanya satu kali penyuntikan,” jelasnya.
DKPP Bantul berharap melalui vaksinasi berkelanjutan ini, angka kasus PMK dapat ditekan secara signifikan sekaligus menjaga produktivitas dan keberlangsungan usaha peternakan di Kabupaten Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Pedal rem mobil tiba-tiba keras bisa menandakan masalah pada booster, minyak rem, kampas hingga komponen pengereman lainnya.
Longsor salju menerjang Base Camp Himlung Himal di Nepal. Empat jenazah ditemukan, sementara 12 orang masih hilang.
Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Indonesia vs Malaysia 0-0. Simak posisi Garuda dan skenario laga terakhir melawan Bangladesh.
Hasil Belgia vs Prancis berakhir 0-1. Michael Olise mencetak gol menit ke-88 dan membawa Les Bleus ke puncak Grup A1.
Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 hari ini menghadirkan Thailand vs Vietnam. Simak jam pertandingan dan persaingan Grup B.