Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Retno Widiastuti saat menunujkan scan barcode Lapor Dok untuk pelaporan dan konsultasi ternak secara online. Rabu (28/1/2026). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Upaya mempercepat penanganan penyakit dan kematian ternak terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui peluncuran layanan pelaporan daring bernama Lapor Dok, sebuah aplikasi yang memungkinkan masyarakat melaporkan kondisi ternak sakit maupun mati secara cepat dan terintegrasi.
Layanan yang digagas Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul ini dirancang sebagai sistem respons cepat untuk menangani kasus kesehatan hewan di tingkat masyarakat, sekaligus menekan risiko penyebaran penyakit menular pada ternak.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Retno Widiastuti, mengatakan penguatan layanan kesehatan hewan terus dilakukan seiring masih adanya ancaman penyakit menular seperti antraks, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta lumpy skin disease (LSD) atau lato-lato pada ternak milik warga.
Menurutnya, untuk mempermudah akses pelayanan dan mempercepat respons di lapangan, dinas menghadirkan layanan berbasis digital bernama Lapor Dok atau Lapor Dokter Hewan. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui pemindaian kode QR maupun tautan https://bit.ly/LaporDokterHewan.
“Untuk pemindaian barcode akan kami sebarluaskan melalui pusat kesehatan hewan yang kami miliki sehingga aksesnya bisa semakin mudah. Ini juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk konsultasi kesehatan hewan,” kata Retno, Kamis (29/1/2025).
Ia menjelaskan, Lapor Dok dapat digunakan untuk melaporkan kasus kematian ternak maupun hewan yang mengalami sakit. Dengan kemudahan akses tersebut, diharapkan respons penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga potensi penularan penyakit bisa ditekan dan tidak menyebar luas.
“Kalau hewannya sakit, bisa segera dilakukan penanganan agar cepat sembuh. Namun, jika terjadi kematian, langkah ini penting untuk mencegah penularan penyakit ke hewan lain secara lebih luas,” ujarnya.
Retno menambahkan, penyakit menular pada hewan ternak tidak perlu disikapi dengan kepanikan berlebihan. Oleh karena itu, upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat akan terus dilakukan, baik dalam aspek pencegahan maupun penanggulangan penyakit ternak.
“Misalnya pada kasus antraks, kami mengimbau masyarakat untuk mengubur ternak yang mati secara mendadak. Jika nekat disembelih, justru berpotensi menularkan penyakit ke manusia maupun hewan peliharaan lainnya,” ungkapnya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengapresiasi kehadiran aplikasi layanan pelaporan kesehatan hewan ternak berbasis daring tersebut. Menurutnya, inovasi ini menjadi jawaban atas masih merebaknya kasus penularan penyakit hewan di wilayah Gunungkidul.
“Ini merupakan bentuk inovasi untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pelaporan,” katanya.
Mbak Endah menegaskan bahwa pemerintah kabupaten berkomitmen mencegah penularan penyakit hewan ternak melalui berbagai langkah, mulai dari program vaksinasi, gerakan kebersihan kandang, hingga pemberian kompensasi bagi pemilik ternak yang mengalami kematian hewan.
Kompensasi tersebut diberikan agar bangkai ternak tidak diperjualbelikan, sehingga risiko penularan penyakit dapat ditekan. “Kemarin [Rabu 28/1/2026] kami memberikan santunan kepada pemilik ternak mati sebanyak tujuh orang. Besarannya bervariasi, mulai dari Rp1,5 juta hingga Rp5 juta per ekor,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.