Awan Panas Merapi Meluncur 2 Km Pagi Ini, BPPTKG: Jauhi Zona Bahaya
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas sejauh 2 km pada 10 Juli 2026. Warga diminta menjauhi zona bahaya dan alur sungai.
Petugas dari Puskesmas Bantul saat mengambil sampel lendir siswa saat tes usap acak di SDN Bantul Warung, Selasa (16/11/2021)/Harian Jogja-Ujang Hasanudin\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN- Tes acak Covid-19 untuk warga sekolah baik di jenjang SD maupun SMP yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) sudah menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR). Selain penggunaan PCR tidak membutuhkan exit entry maupun exit test, hasilnya juga lebih akurat.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Novita Krisnaeni mengatakan penggunaan PCR untuk pemeriksaan acak Covid-19 bagi sekolah yang menerapkan PTM sudah dilakukan sejak pekan lalu. Sebelumnya, Dinkes melakukan pengujian menggunakan metode swab Antigen.
Menurut Novita, penggunaan PCR untuk uji Covid-19 sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat. Tes PCR dinilai lebih menguntungkan karena tidak butuh entry exit test. Sementara, swab antigen perlu dilanjutkan dengan PCR pada hari kelima untuk exit test.
"Uji menggunakan PCR sudah kami lakukan untuk SD dan SMP. Metode yang sama juga diterapkan untuk SMA/SMK," kata Novi, Rabu (24/11/2021).
Baca juga: Update 24 November: 5 Daerah Terbanyak Sumbang Covid-19 Termasuk Jogja
Dinkes, katanya, akan rutin melakukan tes acak ini. Jika semua sekolah sudah tersasar, nanti akan dilakukan kembali penjadwalan tes. Hal ini untuk memastikan proses PTM berjalan baik dan tidak menimbulkan klaster baru. Sejak PTM diberlakukan, lanjut Novi, sekitar 1.100 siswa dan guru sudah diuji swab. "Ya hanya satu sekolah [SMPN 2 Pakem] yang dinyatakan positif, dan sudah lama tertangani. [Sekolah] Lainnya belum ditemukan kasus," katanya.
Dia menjelaskan, Dinkes mengambil 10% sampel baik dari siswa maupun guru di sekolah tersebut. Apabila jumlah warga sekolah kurang dari 300 orang maka akan diambil setidaknya 30 sasaran. "Tidak butuh waktu lama untuk mengetahui hasilnya, hanya satu atau dua hari saja. Karena memang sasarannya tidak banyak, dan sarpras laboratorium juga mendukung," kata Novita.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Ery Widaryana mengatakan Disdik sudah mengagendakan kegiatan tes swab acak di sekolah-sekolah. Pelaksanaannya akan digelar setiap Kamis dengan sasaran sekolah yang berbeda-beda. "Dari 17 kapanewon sudah kami gelar tes swab secara acak ini. Nanti tetap dilanjutkan ke sekolah lain secara bergilir. Alhamdulillah, sampai saat ini hasilnya negatif semua," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas sejauh 2 km pada 10 Juli 2026. Warga diminta menjauhi zona bahaya dan alur sungai.
Cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (11/7/2026) diprakirakan berawan dan bersahabat untuk berbagai aktivitas luar ruang.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan masyarakat:
Trans Jogja mencakup berbagai jalur utama yang menghubungkan titik-titik penting seperti kawasan wisata, pusat pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Jadwal Kereta Api (KA) Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada Sabtu (11/7/2026)
Jadwal SIM Keliling Polres Bantul pada Sabtu (11/7/2026) menjadi informasi penting bagi warga yang ingin memperpanjang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM).