RS PKU Muhammadiyah Jogja Gelar Simulasi Kebakaran, Ini Tujuannya
RS PKU Muhammadiyah Jogja menggelar simulasi penanganan krisis kesehatan dampak kebakaran. Latihan melibatkan Damkar, BPBD DIY, dan MDMC.
Gubernur DIY Sultan HBX meninjau salah satu aktivitas transaksi pembayaran menggunakan uang kayu di Pasar Ndelik yang ada di Kampung Flory, Minggu (29/4/2018)./Harian Jogja-Holy Kartika NS
Harianjogja.com, SLEMAN- Desa Wisata Kampung Flory mulai bangkit setelah 1,5 tahun terdampak pandemi Covid-19. Salah satunya dengan meluncurkan wahana baru bagi masyarakat, Wisata Kali Bedog.
Pendiri Kampung Flory Sleman Sudihartono mengatakan wahana baru tersebut dibuat untuk mengangkat keberadaan Kali Bedog yang secara alamiah sudah berada di desa wisata tersebut. Wahana ini mulai dibuka untuk umum sejak pekan lalu.
"Kebetulan sungainya bersih, airnya jernih dan yang paling penting adalah keberadaan kali itulah yang sebenarnya anugerah yang kami miliki dan akan kami maksimalkan," kata Tono usai kegiatan penanaman pohon anggur di Kali Bedog, Sabtu (27/11/2021).
Dia menjelaskan, keberadaan wahana baru tersebut akan menambah daya tarik wisata setelah 1,5 tahun aktivitas di desa wisata tersebut vakum akibat pandemi Covid-19. Wisata Kali Bedog tersebut dilengkapi dengan berbagai wahana seperti tubbing sepanjang 500 meter, permainan air bagi anak, dermaga sungai dan sarana lainnya.
BACA JUGA: Belasan Motor Diperiksa di JJLS Gunungkidul Diperiksa Polisi, Ada Apa?
"Kami juga siapkan glamping di pinggir pertemuan Kali Bedog dengan Kali Gayam. Tinggal desainnya saja yang berbeda. Kami juga memerhatikan masalah keamanan. Kami libatkan tim SAR untuk keamanan, peralatan dan pendampingannya," kata Tono.
Desa Wisata Kampung Flory, kata Tono berada di pinggir Kali Bedog. Awalnya, lahan di sekitar kali tersebut tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Padahal secara view, kata Tono, lahan tersebut memiliki potensi wisata yang sangat besar. "Awalnya kami kembangkan Taruna Tani yang fokus untuk budidaya tanaman hias. Lambat laun, kami mendorong masyarakat untuk terlibat membangun desa wisata hingga saat ini menjadi salah satu icon wisata di Sleman," ujarnya.
Kampung flory, lanjut dia, dikelola oleh warga setempat. Wisata ini berfokus pada pelestarian lingkungan dan alam pedesaan yang akan memberikan kenyamanan dan ketannagan selama liburan. "Saat ini sudah ada beberapa unit bisnis yang dikembangkan. Termasuk mendirikan Koperasi Kampung Flory Jogja," ujarnya.
Anggota DPRD DIY Widi Sutikno yang menghadiri kegiatan tersebut berharap desa wisata tersebut terus berkembang. Meskipun sudah memiliki wahana baru, ia meminta pengelola untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes). "Tetap perhatikan prokes karena pandemi Covid-19 masih belum selesai. Itu saja pesan saya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RS PKU Muhammadiyah Jogja menggelar simulasi penanganan krisis kesehatan dampak kebakaran. Latihan melibatkan Damkar, BPBD DIY, dan MDMC.
Harga pangan hari ini berdasarkan PIHPS BI mencatat cabai rawit merah Rp52.750/kg dan telur ayam ras Rp22.650/kg.
Film Harusnya Horror karya debut Reza Arap sebagai sutradara resmi tayang di bioskop pada Kamis (20/8/2026).
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Kamis (20/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis mulai dari infrastruk
Harga emas Pegadaian 20 Agustus 2026 turun. Cek harga Antam, UBS, dan Galeri 24 mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Prabowo mengapresiasi Paskibraka yang bertugas pada HUT ke-81 RI dan mengundang seluruh petugas upacara ke Hambalang.