Kasus Ternak Mati Bertambah, Kompensasi Jadi Cara Tekan Brandu
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Ilustrasi pekerja pabrik garmen./Harian Jogja
Harianjogja.com, SEMIN – Pemkab Gunungkidul memastikan adanya perluasan kawasan industri di Kalurahan Candirejo, Semin dari 75 hektare menjadi 400 hektare. Kebijakan ini terutang dalam draf revisi Perda No.6/2012 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).
Kepala Kundha Mandala Niti Sarta Sasana atau Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul, Winaryo mengatakan, proses revisi Perda No.6/2012 tentang RTRW sudah mendapatkan pengesahan subtansi dari DPRD. Tahapan selanjutnya dilakukan kajian terkait dengan draf tersebut oleh tim dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang.
BACA JUGA : Kawasan Industri Piyungan Melempem, Bupati Bantul
“Jadi tahapannya masih panjang untuk bisa disahkan menjadi perda baru,” katanya, Senin (29/11/2021).
Dia menjelaskan, salah satu perubahan RTRW membahas tentang area kawasan industry, salah satunya di Kapanewon Semin, tepatnya di Kalurahan Candirejo. Di perda lama, area yang disediakan hanya 75 hektare. Namun dalam revisi, area diperluas sampai 400 hektare.
Adapun cakupannya tidak hanya di Kalurahan Candirejo, namun meluas sampai Kalurahan Rejosari (masih di Kapanewon Semin dan Kalurahan Sambirejo di Kapanewon Ngawen. “Ketiganya saling berbatasan. Kalurahan Sambirejo berada di sisi barat, sedangkan Kalurahan Rejosari berada di sisi timur Kalurahan Candirejo,” katanya.
Mantan Kepala Bagian Pemerintahan Umum ini menambahkan, adanya perluasan kawasan peruntukan industri karena letaknya yang strategis. Selain berbatasan dengan wilayah Jawa Tengah, kondisi geografis lebih datar ketimbang dengan sisi tengah maupun selatan Gunungkidul. Oleh karenanya, akses lebih mudah untuk dilalui kendaraan dengan tonanse besar.
“Berbeda dengan Kawasan Peruntukan Industri Mijahan di Kapanewon Semanu. Memang lokasinya datar, tapi akses masuk Gunungkidul yang membuat agar sulit karena pintu masuknya harus melalui tanjakan baik di sisi barat maupun utara,” katanya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mendukung penuh upaya perluasan kawasan industri di Kapanewon Semn. Meski demikian, untuk kebijakan diserakan sepenuhnya ke Dinas Pertanahan dan Tata Ruang selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang menangani.
BACA JUGA : Pengembangan Kawasan Industri Piyungan Dipercepat
“Kami mendukung upaya pengembangan kawasan industry karena juga bagian untuk meningkatkan pembangunan di Gunungkidul,” katanya.
Menurut dia, di kawasan industri Semin sudah ada pabrik yang beroperasi. Salah saatunya pabrik sarung tangan yang merupakan perusahaan penanaman modal asing asal Korea Selatan. “Sudah operasi dan berproduksi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Prabowo menargetkan 30 ribu Kopdes Merah Putih beroperasi pada Juli 2026 untuk memperkuat ekonomi desa di seluruh Indonesia.
Prabowo siapkan satgas deregulasi untuk memangkas izin usaha yang dinilai terlalu lama demi memperkuat investasi di Indonesia.
BKPM menilai surat Kadin China di Indonesia sebagai masukan positif terkait tantangan iklim investasi dan hilirisasi di Indonesia.
Polisi memastikan kasus yang dikira klitih di Pengasih Kulonprogo ternyata duel remaja akibat masalah pribadi yang diduga terkait asmara.
Presiden Prabowo menyebut masih ada ribuan triliun kekayaan negara yang harus diselamatkan dari praktik pencurian aset nasional.