Kawasan Industri Piyungan Melempem, Bupati Bantul Tegur Pengelola

Kawasan Industri Piyungan. - Harian Jogja
03 Juni 2021 10:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Pemerintah Kabupaten Bantul menegur pengelola Kawasan Industri Piyungan (KIP), PT Yogyakarta Isti Pratama (YIP) menyusul belum ada perkembangan signifikan untuk pengembangan kawasan tersebut. Teguran dilakukan beberapa waktu lalu sebagai upaya Pemkab Bantul untuk mempercepat pengembangan KIP.

“Saya memberikan teguran kepada PT YIP. Kok nggak ada progres. Katanya sanggup datangkan investor,” kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Kamis (3/6/2021).

Halim mengungkapkan, tujuan dari pemberian teguran yang dilakukan oleh Pemkab Bantul kepada PT YIP adalah agar ada percepatan pembangunan dan pengembangan untuk menjaring investor lebih banyak di KIP.

Sebab, selama enam tahun mengelola KIP, PT YIP yang memiliki kewenangan untuk lahan seluas 85 hektare di kawasan itu, baru digunakan 6,5 hektare.

BACA JUGA: Pemda DIY Angkat Bicara Soal Penolakan Pemakaman Pasien Covid-19 dengan Prokes di Bantul

Oleh karena itu Pemkab khawatir, sisa sewa 14 tahun yang dimiliki oleh PT YIP akan tidak optimal dan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi di Bantul.

“"Saya khawatir ini akan berpengaruh pada minat calon investor, karena waktu sewanya tinggal 14 tahun.
Pemkab sendiri berkomitmen untuk menganggarkan dan membangun akses jalan menuju ke lokasi industri tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut Halim mengungkapkan Pemkab telah menganggarkan dana Rp39 miliar untuk pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur akses masuk dan keluar ke KIP. Selain itu Pemkab memiliki kepentingan terhadap KIP sebagai upaya penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, kemitraan masyarakat, dan penanggulangan kemiskinan.

“Sehingga semakin cepat berkembang, KIP ini akan semakin cepat pula memberikan dampak positif kepada sektor-sektor lainnya,” ucap Halim.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Dan Perindustrian Bantul, Agus Sulistyana mengatakan PT YIP sudah membuat zonasi-zonasi industri di KIP. Namun, sampai saat ini belum semua lahan dipergunakan. Sementara Pemkab juga sedang mempersiapkan kawasan industri lainnya, yakni di Sedayu. Bahkan, saat ini ada beberapa investor yang tertarik untuk masuk.

“Arahnya untuk yang Sedayu, nanti bisa dikelola oleh Pemkab sendiri,” ucapnya.