PMII Desak Polda Jateng Bertanggung Jawab Atas Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo
PMII Jateng meminta Polri mengevaluasi penggeledahan ponpes putri di Sukoharjo dan memastikan perlindungan terhadap para santri
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji-Harian Jogja/Yosef Leon Pinsker
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY angkat bicara ihwal kasus penolakan pemakaman jenasah pasien Covid-19 menggunakan protokol kesehatan yang belum lama ini terjadi di Bantul.
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta meminta pemerintah kabupaten maupun kota secara tegas memastikan tidak ada penolakan pemakaman jenazah pasien COVID-19 dengan memenuhi protokol kesehatan.
"Iya tidak boleh ada penolakan," kata Sekretaris Daerah [Sekda] DIY Kadarmanta Baskara Aji di Kompleks Gedung DPRD DIY, Rabu (2/6/2021).
Menurut Aji, penerapan prosedur pemakaman jenazah COVID-19 untuk mengamankan agar tidak terjadi penularan terhadap warga yang melakukan perawatan atau memakamkan.
BACA JUGA: Kendaraan Sitaan Tersangka Penggarong Duit Asabri Sulit Dilelang, Ini Sebabnya
"Yogya ini kan termasuk yang mendahului tidak ada penolakan semacam itu, dan teman-teman yang akan melakukan penguburan kan mereka yang sudah disiapkan," kata dia.
Sebelumnya, penolakan prosedur pemakaman jenazah pasien COVID-19 sesuai protokol kesehatan terjadi di Dusun Lopati, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Bantul pada Selasa (1/6/2021).
Kejadian itu berawal adanya pasien Jumirah (70) warga Lopati, Trimurti, yang periksa di klinik Pura Raharja Kulonprogo pada Rabu (19/5/2021) dan dinyatakan reaktif, selanjutnya dirujuk ke RSPS Bantul. Pada 20 Mei, dinyatakan positif COVID-19 dengan penyakit penyerta jantung dan menjalani perawatan sampai akhirnya meninggal pada 1 Juni.
Atas meninggalnya Jumirah tersebut, anak kandungnya yaitu Sukardi dan Warno menolak untuk pemakaman secara prokes COVID-19, selanjutnya jenazah diantar oleh pihak rumah sakit ke pemakaman umum Dusun Lopati, Trimurti, Srandakan, dan dimakamkan warga tanpa menggunakan APD sesuai prokes.
Padahal, pada hari yang sama Kepala Dusun Lopati datang dan mengimbau kepada keluarga agar pemakaman sesuai dengan prosedur COVID-19, tetapi keluarga menolak permintaan tersebut dengan alasan tidak sesuai syariat Islam.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bantul ke Kepolisian Resor Bantul pada Rabu (2/6/2021).
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Bantul AKP Ngadi mengatakan kepolisian masih belum dapat menyimpulkan adanya pelanggaran protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dalam pemakaman jenazah yang dinyatakan positif virus corona itu, karena masih akan mendalami laporan dari relawan FPRB.
"Kaitan penegakan hukum kita dalami dulu kasusnya seperti apa, kan hari ini yang bersangkutan dari FPRB baru membuat laporan di Polres Bantul," kata Ngadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PMII Jateng meminta Polri mengevaluasi penggeledahan ponpes putri di Sukoharjo dan memastikan perlindungan terhadap para santri
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian pada 5 November 2026 lengkap dengan daftar harga jual dan buyback.
Kantor Imigrasi Yogyakarta memperkenalkan Smart Pro Paspor untuk memperkuat analisis risiko, ketepatan pemeriksaan, dan pencegahan penyalahgunaan paspor.
Persib mengumpulkan bonus dan kontribusi partisipasi AFC senilai Rp10,53 miliar setelah memastikan tiket ke babak 16 besar ACL 2 2026/2027.
Rafael Nadal menerima tawaran masuk direksi Real Madrid. Pengangkatannya masih menunggu pengesahan Majelis Umum pada 21 November 2026.
Investigasi Wired menemukan lebih dari 400 aplikasi diduga menyediakan fitur deepfake seksual dan kekerasan, meski lolos peninjauan Apple dan Google.