Telegram Kalah di Pengadilan India, Pemblokiran Sementara Berlaku
Telegram kalah di pengadilan, blokir 6 hari di India tetap berlaku. Hakim sebut perintah pemerintah beralasan untuk cegah kecurangan ujian kedokteran.
Kawasan Industri Piyungan./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mulai membangun akses jalan masuk dan keluar untuk Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Piyungan, tahun ini. Pembangunan akses ini diharapkan mempercepat pengembangan wilayah tersebut.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, Pemkab telah menyiapkan anggaran senilai Rp39 miliar untuk pembangunan akses jalan masuk dan keluar KPI. Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk membangu jalan tetapi juga untuk pembebasan tanah milik warga yang digunakan sebagai akses keluar masuk KPI sepanjang 750 meter. Adapun untuk pembangunan akan dimulai Juni mendatang.
“Target Desember atau akhir tahun ini selesai,” kata Halim, Selasa (26/9/2021).
BACA JUGA: Wakil Dubes RI di India Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19
Untuk lokasi pembangunan jalan masuk dan keluar, Halim mengungkapkan, akses jalan masuk berada di Jalan Wonosari, tepatnya di selatan Gereja Payak. Sedangkan pintu keluar, akan berada di sekitar Pasar Kebon Empring, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan.
Lebih lanjut Bupati Halim berharap, dengan realisasi pembangunan akses jalan masuk dan keluar, maka diharapkan bisa memberikan kepastian infrastruktur bagi investor maupun calon investor yang akan menanamkan modal di kawasan tersebut. Selain itu, pembangunan akses jalan adalah bentuk fasilitasi dan dukungan dari Pemkab untuk pengembangan KPI.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Bantul, Agus Sulistyana menyatakan, selain Piyungan, ada Pajangan dan Sedayu yang dikembangkan menjadi kawasan peruntukan industri. Sejauh ini, baru Piyungan yang telah digunakan dan dikembangkan menjadi kawasan industri.
“Sementara untuk Sedayu saat ini tengah dipersiapkan. Sudah ada dua investor yang berencana menempatinya,” ucap Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telegram kalah di pengadilan, blokir 6 hari di India tetap berlaku. Hakim sebut perintah pemerintah beralasan untuk cegah kecurangan ujian kedokteran.
Pemkab Sleman belum keluarkan edaran resmi efisiensi BBM mobil dinas, namun OPD diminta melakukan penghematan secara mandiri.
Golkar minta elit parpol lebih dewasa, hindari narasi provokatif, dan utamakan kepentingan bangsa di tengah dinamika politik nasional.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto ajak guru besar perkuat riset dan inovasi kampus untuk wujudkan kemandirian bangsa berbasis iptek.
Jepang vs Tunisia di Piala Dunia 2026: Ao Tanaka starter, Kubo absen cedera, Itakura jadi kapten. Cek susunan pemain lengkap di sini.
Seskab Teddy gelar Setkab Gengs, kompetisi inovasi ASN untuk dorong ide kebijakan dan dukung Asta Cita Prabowo.