Asita Khawatir Kenaikan Harga Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Wisata
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) reservasi hotel di DIY masih minim. Masih rendahnya reservasi yang ada, dinilai karena wisatawan masih melihat perkembangan kondisi dan kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah.
Marcomm Manager Artotel Suites Bianti-Yogyakarta, Sankar Adityas Cahyo mengatakan pada momen Nataru belum ada peningkatan reservasi yang signifikan. “Belum terjadi kenaikan reservasi. Sepertinya market masih cemas, karena peraturan pemerintah yang labil. Sehingga belum ada pergerakan di Nataru. Mungkin pengalaman lebaran kemarin,” ucap Sankar, Selasa (14/12/2021).
Sankar mengatakan terkait kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 yang dibatalkan, belum berpengaruh signifikan pada peningkatan reservasi. Hingga saat ini pada momen Nataru, reservasi di Artotel Suites Bianti-Yogyakarta masih berada di bawah 50%. Dia berharap nantinya dari kamar yang disediakan dapat terisi penuh.
BACA JUGA: Menyamar Jadi PNS, Ibu Rumah Tangga di Jogja Tipu Pacarnya hingga Ratusan Juta
Menurut Sankar, okupansi hotel yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 37, Klitren, Gondokusuman ini terbilang tinggi justru pada beberapa minggu terakhir. Beberapa minggu ini rata-rata okupansi bisa mencapai 70%. “Sampai akhir minggu ini saja masih bagus. Minggu depan sulit naik sepertinya,” ucapnya.
Director of Marketing The Alana Hotel and Convention Center Yogyakarta, Wiwied A. Widyastuti mengatakan untuk momen Nataru belum ada pergerakan signifikan pada reservasi. “Masih rata-rata di 30%. Mungkin saat ini orang masih merencanakan liburan, dan belum diputuskan,” ucap Wiwied.
Hotel yang berlokasi di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km.7, Mudal, Sariharjo, Ngaglik ini mengalami peningkatan okupansi pada beberapa minggu terakhir ini. Okupansi pada awal Desember bisa mencapai angka 88%.
Wiwied mengatakan tingginya tamu tersebut, bukan karena wisatawan yang mulai berdatangan di Jogja. Melainkan karena berbagai kegiatan MICE, baik dari Pemerintah maupun sektor swasta. “Tanggal 20 Desember itu mulai menurun. Belum terlihat wisata leisure, masih dalam rangka kegiatan dan meeting,” ucap Wiwied.
Ia mengharapkan ada bantuan dari Pemda untuk mendongkrak okupansi hotel selama momen Nataru. “Jadi ASN dari Pemerintah di Daerah, bisa menginap staycation di hotel. Seperti dulu saat lebaran,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.