Sabet 8 Medali Kejurnas, 5 Atlet Anggar Sleman Siap ke Pentas Asia
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Margokaton. - Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Nama Margokaton jadi buah perbincangan menyusul pembayaran uang ganti kerugian (UGK) untuk lahan Tol Jogja-Bawen di wilayah itu.
Margokaton merupakan sebuah desa atau yang sekarang disebut kalurahan di Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Ikhwal pembayaran uang ganti kerugian lahan tol Jogja-Bawen itu memunculkan miliarder-miliarder baru di Margokaton setelah puluhan warga Margokaton menerima uang ganti rugi hingga miliaran rupiah.
Dalam sejarahnya, seperti dikutip dari web Kalurahan Margokaton, pada awalnya Kapanewon Seyegan yang dikepalai seorang Panewu (Camat), membawahi 15 kelurahan, yakni Watukarung, Gentan, Gerjen, Susukan, Planggok, Bokong, Ngino, Pete, Sompokan, Jomblangan, Cibuk, Barak, Klangkapan, Kadipiro, dan Kandangan.
Kemudian melalui Maklumat Kasultanan Yogyakarta No.5/1948, maka 15 kelurahan saling bergabung menjadi lima kelurahan definitif sampai saat ini, yaitu Margoluwih, Margodadi, Margokaton, Margomulyo dan Margoagung.
Berdasarkan saksi sejarah, awal mula Kalurahan Margokaton sebenarnya sudah ada sejak 1935 yang pada waktu itu berkantor di kediaman R. Sosroyuwono di Susukan, sekaligus sebagai Lurah pertama periode tahun 1935-1946.
Kalurahan Margokaton secara administrasi menempati area seluas 19,33% (515 Ha) dari luas Kapanewon Seyegan (26,63 Ha), dibagi menjadi 12 padukuhan, yaitu Susukan I, Susukan II, Susukan III, Somokaton, Ngaran, Planggok, Grajegan, Bolu, Nyamplung, Seyegan, Sonoharjo dan Bantula.
Letak Kalurahan Margokaton berada di daerah yang strategis dan berada di jalur jalan raya Jogja – Kebonagung dengan batas-batas wilayah Kapanewon Tempel dan Kapanewon Minggir. Secara umum, kondisi iklim di Kalurahan Margokaton berciri iklim tropis yang ditandai dengan pergantian musim kemarau dan musim hujan sepanjang tahun.
Wilayah Kalurahan Margokaton memiliki sumber mata air yang ketika musim penghujan sangat tinggi debit airnya, tapi di beberapa wilayah akan berkurang debitnya ketika musin kemarau. Mata air tersebut dimanfaatkan untuk sumber air minum, pengairan dan peternakan yang pemanfaatannya tidak hanya untuk masyarakat Margokaton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.