Satu Anak di Gunungkidul Meninggal Dunia karena DBD

David Kurniawan
David Kurniawan Jum'at, 14 Januari 2022 16:47 WIB
Satu Anak di Gunungkidul Meninggal Dunia karena DBD

Proses foging untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit DBD di Dusun Ngresik, Kanigoro, Saptosari, Jumat (14/1/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya lima anak di Dusun Ngresik, Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan satu di antara mereka meninggal dunia.

Kepala Dusun Ngresik, Supriyono, mengatakan kasus DBD di wilayahnya meningkat signfikan. Sejak akhir tahun lalu tercatat sudah ada lima anak yang dinyatakan terjangkit hingga seorang anak meninggal dunia. “Belum lama ini satu anak meninggal dunia karena DBD. Total hingga sekarang sudah ada lima kasus dan semuanya diderita oleh anak-anak,” kata Supriyono, Jumat (14/1/2022).

BACA JUGA: Lima Gunung Api Purba Ditemukan di Gunungkidul, Ada yang di Pantai

Menurut dia, upaya pencegahan telah dilakukan. Salah satunya dengan foging bekerja sama dengan Puskesmas Saptosari. “Kami tidak berani sendiri dan pelaksanaan foging berdasarkan rekomendasi dari puskesmas,” ujarnya.

Supriyono mengatakan foging menyasar ke rumah-rumah warga untuk mencegah penyebaran DBD yang lebih banyak lagi. “Mudah-mudahan bisa segera terkendali dan tidak ada lagi warga yang terserang DBD,” katanya.

Panewu Anom Saptosari, Arif Yahya, menambahkan foging dilaksanakan warga bersama-sama dengan petugas puskesmas, kapanewon, kalurahan, hingga masyarakat sekitar. “Ini sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah yang lebih banyak lagi,” katanya.

Menurut dia, foging hanya sebagai salah satu upaya. Pasalnya, langkah lain juga dilakukan dengan menggalakan masyarakat untuk menguras, menutup, mengubur tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk demam berdarah.

“Kebersihan lingkungan juga harus dijaga,” katanya.

BACA JUGA: Bantul Jadi Trending Topic di Twitter Gegara Sesajen

Arif juga akan menggalakkan gerakan satu petugas pemantau jentik nyamuk di setiap rumah.

Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Azis mengatakan, kasus DBD cenderung meningkat sejak akhir tahun lalu. Oleh karenanya, upaya penanggulangan harus digalakan agar jumlah kasus tidak terus bertambah. “Untuk Januari ini sudah ada 17 kasus,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online