Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Irwansyah Putra
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemkab Gunungkidul terus mewaspadai meledaknya kasus Covid-19, khususnya berkaitan varian baru jenis omicron. Selain menyediakan fasilitas layanan kesehatan, juga siap mengaktifkan kembali shelter untuk karantina warga yang dinyatakan positif corona.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, kasus corona pada saat sekarang ini masih relatif terkendali. Meski demikian, potensi adanya lonjakan masih sangat mungkin terjadi selama pandemi.
Oleh karenanya, kesiapsiagaan terus dilakukan, walaupun jumlah kasus masih landai. “Harapannya tidak ada tidak ada lagi ledakan kasus seperti yang terjadi di tahun lalu, tapi kami juga tetap harus waspada,” kata Asti kepada Harianjogja, Minggu (16/1/2022).
Menurut dia, antisipasi ledakan Covid-19 varian omicron dilakukan dengan jumlah program. Salah satunya opsi membuka kembali selter karantina yang telah dinon-aktifkan seperti di Wanagama di Kalurahan Banaran, Playen dan Petir di Kapanewon Rongkop. “Untuk Wanagama tentunya kami harus koordinasi dengan UGM selaku pemiliki wisma tersebut. Namun itu bukan masalah karena upaya antisipasi akan terus dilakukan,” katanya.
BACA JUGA: Gedung SDN Lempuyangwangi Jogja Terbakar
Selain masalah lokasi untuk karantina, Asti juga mempersiapkan dukungan logistik serta siap menerjunkan anggota Tagana untuk membantu dalam penanganan. “Kesemuanya akan dikoordinasikan dengan tim Satgas Covid-19. Mudah-mudahan tidak ada lonjakan kasus diakibatkan varian baru corona,” imbuh dia.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, potensi penularan corona masih menjadi ancaman. Warga pun diminta disipilin menjalakan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus. “Jangan sampai ada lonjakan kasus lagi sehingga upaya ini butuh partisipasi aktif dari masyarakat,” katanya.
Dewi mengakui, upaya antisipasi lonjakan Covid-19 tetap dilakukan meski dari jumlah kasus relatif landai. Pasalnya, kenaikan kasus dapat bertambah sewaktu-waktu, terlebih lagi ada varian baru corona jenis omicron.
Adapun upaya yang dilakukan dengan menyiagakan tenaga kesehatan dan stok obat untuk perawatan. Selain itu, rumah sakit juga siap menampun pasien corona yang membutuhkan perawatan.
Untuk kapasitas tempat tidur perawatan, lanjut Dewi, sudah menyiapkan sebanyak 64 unit. Jumlah ini masih bisa ditambah dan kondisinya sangat bergantung dengan jumlah kasus yang membutuhkan perawatan. “Kapan saja bisa ditambah. Tapi, harapannya tidak ada ledakan kasus baru lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Pertamina tambah 1,5 juta tabung LPG 3 kg di Jateng dan DIY jelang Iduladha 2026, stok dipastikan aman.
Rekomendasi parfum Mine Perfumery 2026, aroma premium lokal dengan wangi tahan lama dan karakter elegan.
DIY menempati peringkat pertama nasional hasil TKA 2026 jenjang SD dan SMP dengan capaian nilai tertinggi nasional.
Cek jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026. Tarif Rp80.000, rute strategis, tanpa transit, solusi transportasi praktis.
Resep lempah iga sapi khas Bangka Belitung, olahan daging kurban segar, gurih, dan anti enek untuk Iduladha.