Kulonprogo Umumkan Kasus Pertama Covid-19 Probable Omicron

Hafit Yudi Suprobo
Hafit Yudi Suprobo Senin, 31 Januari 2022 19:47 WIB
Kulonprogo Umumkan Kasus Pertama Covid-19 Probable Omicron

Ilustrasi./Freepik

Harianjogja.com, KULONPROGO—Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo akhirnya mengumumkan satu kasus positif Covid-19 probable Omicron pertama di wilayah Bumi Binangun. Masyarakat diharapkan tidak panik namun selalu waspada dan menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 secara ketat.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati, mengatakan diketahuinya kasus positif Covid-19 probable Omicron berdasarkan hasil tes PCR dengan menggunakan reagen SGTF (S-gene Target Failure) dan hasilnya diketahui positif.

"Satu kasus ini sudah keluar hasil tes SGTF dan hasilnya positif, kita masih menunggu kepastiannya dari hasil tes WGS [whole genome sequencing] dan belum keluar sampai hari ini," kata Baning saat jumpa pers yang dilakukan pada Senin (31/1/2022).

Dikatakan Banding, satu kasus positif Covid-19 probable Omicron tersebut saat ini tengah menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit yang berada di Bantul, DIY. Diketahui, satu kasus positif Covid-19 probable Omicron di Kulonprogo adalah seorang laki-laki.

"Usia sudah dewasa ya dan seorang laki-laki. Riwayat belum tahu, kemungkinan ketemu dengan orang dari luar wilayah tapi informasinya beliau tidak keluar-keluar. Kondisinya masih dirawat di rumah sakit. Warga Kulonprogo dirawat di Bantul. Maka saya katakan Kulonprogo ada satu kasus probable Omicron. Dirawat sejak tiga atau empat hari yang lalu," jelas Baning.

Berdasarkan catatan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, kasus positif Covid-19 probable Omicron pertama di Kulonprogo memiliki riwayat tidak pernah keluar daerah sehingga ada kemungkinan tertular oleh orang lain yang sudah terjangkit Covid-19.

"Kasus pertama probable Omicron sudah sakit duluan di rumah sakit, kemudian dites ternyata itu positif. Jadi bukan probable kemudian [dirujuk] rumah sakit. Untuk penularan, kami belum tahu ya, tapi ada kemungkinan ini ketemu dengan orang dari luar wilayah. Karena beliau ini informasinya tidak keluar daerah," ujar Baning. 

BACA JUGA:Warga di Kulonprogo Stres! Sudah Geber Motor Sampai Bunyikan Kentongan, Penambangan Pasir Tak Berhenti

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo sendiri rencananya akan mengirimkan seluruh sampel kasus positif Covid-19 aktif di Kulonprogo. Saat ini, total sampel berjumlah 27 kasus untuk dilakukan test SGTF. 

"Akan kita kirim ke lab untuk SGTF labnya ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta. Mulai minggu ini semua kasus positif akan ditest Omicron," ungkap Baning.

Baning mengimbau agar munculnya kasus pertama probable Omicron di Kulonprogo menjadi kewaspadaan tersendiri bagi seluruh lapisan masyarakat dan juga pemerintah kabupaten Kulonprogo. 

"Kewaspadaan diperlukan karena varian Omicron memiliki daya penularan lebih tinggi dibandingkan varian lain. Meskipun angka hospitalisasi atau rumah sakit rendah tapi itu [Omicron] menular lebih cepat. Protokol pencegahan penularan Covid-19 tidak bisa ditawar," sambung Baning.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online