Trump Hentikan Operasi Hormuz Seusai Saudi Tolak Akses Militer AS
Donald Trump menghentikan sementara Project Freedom setelah Arab Saudi menolak akses pangkalan dan wilayah udara militer AS.
Hujan badai di Janti, Sleman, Kamis (3/2/2022) siang./Harian Jogja-Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan badai atau hujan yang disertai angin yang sangat kencang menerjang kawasan Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, Kamis (3/2/2022) siang.
Derasnya hujan dan kencangnya angin mengakibatkan tenda beterbangan hingga ke Jalan Laksda Adisucipto. Satu tenda terbang hingga ke tengah jalan dan hampir menubruk pengendara sepeda motor yang nekat menerobos hujan.
BACA JUGA: Hujan Es Guyur Kawasan Utara Tugu Jogja, Hujan Angin Terjang Sleman
“Hujan turun sangat deras dengan angin yang sangat kencang. Tenda beterbangan sampai ke jalan, nyaris mengenaik sepeda motor dan mobil yang lewat,” kata Kurniawan, warga Berbah yang terpaksa berteduh di tepi jalan karena hujan teramat deras.
Menurut Sugeng, warga Kledokan, Caturtunggal, Depok, Sleman hujan disertai angin kencang turun setelah mendung tebal.
“Hujan angin mengguyur sangat kencang,” kata dia.
Hujan es bahkan turun di kawasan utara Tugu Jogja di sekitar Hotel Tentrem, Jl. AM Sangaji, Kamis (3/2/2022) siang. Hujan langsung turun deras sekitar pukul 14.00 WIB.
“Hujan es turun sebentar. Es sebesar kelereng kecil. Saya di warung depan Hotel Tentrem Hujannya sangat deras disertai angin. Listrik juga mati,” kata Putri, karyawan salah satu perusahaan di Jl. AM Sangaji.
BACA JUGA: BMKG: Puncak Musim Hujan hingga Februari, Hujan di Sleman Paling Lebat
Dalam dua hari terakhir, sejumlah wilayah di DIY diterpa hujan angin. Hujan angin yang menerjang Sleman pada Rabu (2/2/2022) siang mengakibatkan kerusakan di sejumlah lokasi di Kabupaten Sleman, khususnya di Seyegan dan Berbah.
Kabid Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, hujan dan angin kencang terjadi pada pukul 12.00 WIB. Di Kapanewon Seyegan, kejadian ini mengakibatkan pohon tumbang dan rusaknya permukiman. “Di Barak 1, RT 1/RW 14, Margoluwih, pohon menimpa dua rumah, rusak ringan,” ujarnya.
Di Klinyo, Kalurahan Margoluwih, terdapat 10 pohon tumbang yang mengakibatkan tertutupnya jalan. Di dusun yang sama, atap salah satu rumah warga dilaporkan terbang, sehingga rumah mengalami kerusakan ringan.
Selain menimpa rumah dan menutup akses jalan, pohon tumbang di Kalurahan Margoluwih juga menimpa jaringan listrik dan merusak kebun tanaman warga.
“Penanganan dengan pemotongan pohon tumbang, pembersihan material bangunan yang rusak dan distribusi bantuan darurat,” katanya.
Di Berbah, hujan dan angin kencang terjadi pukul 14.00 WIB. Di Kadipolo, RT 2/RW 35, Kalurahan Sendangtirto, pohon melinjo setinggi memutus jaringan listrik. Di lokasi yang berdekatan, satu pohon Doyo menimpa tembok pagar, teras rumah dan mobil warga.
“Tembok pagar batako 2X3 meter, teras rumah genting pecah 80, usuk kayu dua patah dan kaca samping serta atap mobil pecah. Pemotongan pohon menggunakan peralatan dan armada TRC BPBD Sleman,” katanya.
Hujan deras disertai angin yang menerjang sejumlah kawasan di Bantul, Rabu siang juga menumbangkan pepohonan dan baliho di tujuh lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Agus Yuli Herwanta mengatakan di Banguntapan dan Kasihan, sejumlah baliho dan pohon bertumbangan.
“Di Banguntapan dan Kasihan, baliho roboh dan pohon tumbang di tujuh lokasi. Pohon menimpa rumah di dua lokasi sehingga rumah rusak ringan, melintang di jalan ada lima lokasi, menimpa jaringan listrik ada dua lokasi, menimpa mobil satu lokasi, dan baliho roboh ke jalan satu lokasi,” kata Agus pada Rabu (2/2/2022) sore.
Meski sejumlah bangunan dan sarana umum rusak tertimpa pohon dan baliho, Agus menyebutkan tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini.
Agus mengharapkan pohon pelindung jalan rutin dicek agar tidak membahayakan.
“Baliho juga harus dicek. Baliho yang karatan itu juga harus segera diganti, diperbaiki atau dipelihara,” ucap dia.
BACA JUGA: Banyak Pohon Tumbang di Bantul akibat Hujan Deras, Ini Saran BPBD
Agus juga meminta masyarakat memeriksa atap rumah maupun pohon. “Atap rumah harus diperiksa, apakah masih kokoh atau tidak,” ucap dia.
Agus mengimbau pengendara tidak berteduh di bawah pohon atau baliho saat hukan angin. Dia meminta warga tetap waspada mengingat musim penghujan masih panjang.
“Menurut perkiraan BMKG, musim hujan di DIY berlangsung dari akhir September sampai dengan Mei. Puncaknya Desmber, Januari, dan Februari,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Donald Trump menghentikan sementara Project Freedom setelah Arab Saudi menolak akses pangkalan dan wilayah udara militer AS.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.