Sragen Disebut Saudara Tua DIY, Ini Jejak Sejarahnya
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Salah satu rumah di Gunungkidul rata tanah akibat dihajar angin kencang pada Selasa (22/2/2022)/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat sedikitnya 527 rumah rusak ringan hingga berat akibat diterjang angin kencang yang melanda wilayah ini pada Selasa (22/2/2022), sekitar pukul 07.00 WIB.
Pelaksana tugas Kepala BPBD Gunungkidul Sri Suhartanta di Gunungkidul, Selasa (22/2/2022), mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan, terutama dampak kerusakan hingga nilai kerugian yang timbul akibat peristiwa ini.
"Dari kejadian ini, ratusan rumah warga rusak, jaringan listrik rusak, fasilitas umum banyak yang rusak, korban luka ada enam jiwa. Kami masih melakukan pendataan dampak adanya angin kencang ini," kata Sri Suhartanta.
BACA JUGA: 4 Tempat Ngopi di Sleman dengan Nuansa Alam yang Menyejukkan
Ia mengatakan rapat koordinasi (rakor) akan dilaksanakan hari ini juga. Ia menyebut masalah status kebencanaan juga akan dibahas dalam rakor. Namun, keputusannya tetap menunggu hasil pendataan secara keseluruhan.
"Apakah akan ditetapkan status darurat atau tidak, nanti akan dibahas," katanya.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Sunaryanta meninjau lokasi dampak angin kencang di Kecamatan Semanu pada Selasa (22/2/2022) siang. Pada kesempatan tersebut, pihaknya menyalurkan bantuan.
Ia mengatakan akan menggelar rapat koordinasi khusus membahas dampak dari bencana ini, terutama penanganannya ke depan.
"Kami minta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga siaga untuk penanganan dan bertindak cepat memberikan bantuan pangan dan kelengkapan lainnya," kata Sunaryanta.
Terkait seperti apa penanganan yang akan dilakukan, ia belum bisa menjawab secara detail. Sebab, keputusannya masih menunggu hasil pendataan dampak kerusakan yang sampai saat ini masih dilakukan.
Meski demikian, Sunaryanta menyebut tak menutup kemungkinan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) akan digunakan, khususnya untuk membantu perbaikan bangunan milik warga yang mengalami kerusakan.
"Sementara ini, kami bantu dengan logistik kebutuhan seperti makanan dan lain-lain," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.