Bripka E Pengasuh Ponpes di Wonogiri Ditahan Kasus Kekerasan Seksual
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Bus pariwisata yang menabrak Bukit Bego, Bantul, Minggu (6/2/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA—Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada (UGM) Dewanti mengatakan keselamatan lalu lintas menuju destinasi wisata terutama perbukitan perlu diaudit secara berkala agar peristiwa kecelakaan bus wisata yang menewaskan 14 orang di Bantul, DIY, tidak terulang.
"Ada baiknya perlu dilakukan audit keselamatan lalu lintas kawasan wisata secara berkala," kata Dewanti melalui keterangan tertulis di Jogja, Jumat (25/2/2022).
Dewanti menyebutkan dari tujuh destinasi wisata di DIY yang menjadi prioritas unggulan, lima di antaranya memiliki topografi yang berbukit.
Kondisi tersebut, menurut dia, bakal berimplikasi pada permasalahan keselamatan lalu lintas menuju destinasi wisata.
Permasalahan tersebut, kata dia, di antaranya terkait kondisi jalan dan lingkungan seperti geometri jalan yang sub standar, keberadaan selokan maupun jurang yang berbahaya, serta terdapat alat pengatur lalu lintas yang belum berfungsi maksimal.
Kondisi kendaraan yang tidak laik jalan, seperti kendaraan tidak sesuai spesifikasi, perlengkapan kendaraan, dan desain kendaraan juga bisa memicu kecelakaan termasuk kesehatan, kecakapan, serta perilaku pengemudi.
"Beberapa hal tersebut tentu berpotensi menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di lokasi pariwisata," ucapnya.
Pendekatan yang perlu dilakukan, menurut dia, meliputi pendekatan preemtif, preventif, dan represif yang meliputi pencegahan hingga penerapan hukuman.
Di sisi lain, katanya, kearifan lokal masyarakat sekitar lokasi wisata sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran akses menuju kawasan wisata seperti pengaturan lalu lintas agar tetap lancar.
"Saya kira masyarakat sangat memerlukan informasi mengenai peta jalur wisata dengan indikasi kondisi jalan dan lalu lintas serta keselamatan lalulintas," kata dia.
BACA JUGA: Terus Tumbuh, Volume Kubah Lava di Tengah Kawah Merapi Sudah Mencapai 3,2 juta Juta Meter Kubik
Caretaker Pustral UGM Bambang Agus Kironoto menuturkan bahwa tingginya minat wisatawan berkunjung ke Yogyakarta membutuhkan penanganan yang memadai agar tercapai layanan yang memuaskan, tercipta rasa aman, nyaman dan selamat baik di lokasi wisata maupun sepanjang perjalanan.
Menurut Bambang, keterampilan pengemudi, faktor cuaca yang berdampak pada kondisi jalan, serta kondisi infrastruktur dan kendaraan bisa menjadi penyebab kecelakaan.
"Kecelakaan yang belum lama terjadi di Bantul pada akses menuju lokasi pariwisata menunjukkan bahwa upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan okupansi tingkat kunjungan pariwisata perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai pada akses menuju lokasi pariwisata," ujar Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain asing telah tiba dan menjalani MCU. Manajemen kini menuntaskan administrasi sebelum peluncuran tim.
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.