Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kasus kematian akibat virus Corona di Gunungkidul masih terus bertambah. Sejak pandemic muncul pertama di 2020 lalu, hingga sekarang ada 1.091 warga yang meninggal karena Corona.
Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul, pada Rabu (9/3/2022) ada kematian karena corona sebanyak lima kasus. Tambahan ini memperpanjang daftar yang meninggal dunia karena tertular virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China.
Jumlah nol kasus kematian terakhir terjadi pada 21 Februari lalu. Setelah itu, setiap hari hingga Rabu ada kematian. Jumlahnya bervariasi mulai dari satu kasus hingga terbanyak enam kasus warga meninggal dalam sehari. Total dalam rentang waktu ini (21 Februari hingga 9 Maret) ada penambahan kematian sebanyak 52 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, jumlah kematian akibat corona masih bertambah. Sebagai gambaran, Rabu kemarin bertambah sebanyak lima kasus sehingga total berjumlah 1.091 warga yang meninggal karena corona.
“Pasien yang meninggal paling banyak belum divaksin. Tapi, ada juga yang sudah divaksin, tapi memiliki komorbid ada merupakan pasien lansia,” kata Dewi, Rabu.
Menurut dia, upaya pencegahan terus dilakukan. Salah satunya memperluas jangkauan vaksinasi. Program ini sangat penting karena dapat mengurangi risiko kematian akibat virus Corona.
“Memang risiko terpapar tetap ada, walaupun sudah divaksin. Tapi, efeknya lebih bisa ditekan karena ketahanan tubuh lebih meningkat ketimbang sebelum divaksin,” katanya.
Dewi mengakui, ada peningkatan jumlah kematian seiring bertambahnya waga tertular corona. Meski demikian, ia mengklaim jumlahnya tidak sebanyak saat meledaknya kasus varian delta di pertengahn tahun lalu.
“Kedisiplinan warga terhadap protokol kesehatan ada penurunan. Saya minta, warga untuk tetap disiplin agar kasus tidak bertambah banyak,” katanya.
Selain penambahan kasus kematian, di saat bersamaan ada penambahan warga tertular sebanyak 133 kasus sehingga total ada 21.409 warga dinyatakan positif. Dari jumlah ini, sebanyak 18.578 orang dinyatakan sembuh dan 1.740 pasien masih menjalani perawatan.
“Untuk kasus sembuh hari ini [kemarin] bertambah 119 orang,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta meminta kepada masyarakat untuk tatat dan terus menjalankan protokol kesehatan. Pasalnya, dengan berdisiplin maka mata rantai penyebaran virus Corona dapat diputus.
“Upaya pencegahan dan penanggulangan tidak hanya tugas dari pemerintah, tapi juga membutuhkan peran aktif dari masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus