Ada Gerakan Vaksinasi di 86 Desa di Sleman  

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Sabtu, 12 Maret 2022 02:27 WIB
Ada Gerakan Vaksinasi di 86 Desa di Sleman   

Seorang lansia mendapatkan vaksinasi booster di Kantor Kecamatan Ngemplak, Sleman, Kamis (24/2/2022). /Ist.

Harianjogja.com, SLEMAN– Kasus harian Covid-19 di Sleman dalam beberapa hari terus mengalami penurunan. Meski begitu, kasus aktif Covid-19 di Sleman masih tergolong tinggi. Pemkab pun mencanangkan gerakan vaksinasi di 86 kalurahan atau desa.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan Pemerintah Pusat menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di wilayah Sleman hingga 14 Maret mendatang. Selama masa PPKM level 4 ini, Pemkab menyiapkan berbagai langkah untuk memutus rantai penyebaran Covid 19.

"Selain karena tingginya angka konfirmasi positif di wilayah Sleman, PPKM level 4 di Sleman juga karena tingkat vaksinasi terutama booster yang dinilai masih kurang. Kami fokus dalam percepatan vaksinasi Covid 19," katanya, Jumat (11/3/2022).

Menurutnya, ada beberapa kendala yang muncul dalam pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Sleman. Di antaranya rendahnya partisipasi warga untuk mengikuti kegiatan vaksinasi, khususnya booster (vaksin ketiga). Untuk itu,

menjelang Ramadhan dan perayaan Idul Fitri, Pemkab melalui Dinas Kesehatan bersama Kodim 0732/Sleman dan Polres Sleman akan menyelenggarakan kegiatan Gerakan Bersama Vaksinasi Booster di 86 Kalurahan.

 BACA JUGA: Tak Semua Wisata Lereng Merapi Ditutup, Sejumlah Objek Wisata Ini Tetap Dibuka  

"Kegiatan bersama tersebut akan menargetkan sebanyak 1.000 peserta di setiap Kalurahan yang direncanakan berlangsung kurang lebih 11 hari pelaksanaan," katanya.

Pelaksanaan gerakan bersama vaksinasi ini, katanya, didukung dengan adanya surat edaran dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Nomor SR.02.06/II/1180/2022 yang mengubah interval jeda vaksinasi booster dari 6 bulan untuk masyarakat di atas 18 tahun menjadi 3 bulan setelah mendapatkan vaksinasi primer (dosis 1 dan 2).

Kustini berharap, perubahan interval jeda vaksin dapat meminimalisir kendala yang dialami masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster karena sebelumnya perlu menunggu selama 6 bulan. "Dengan percepatan vaksinasi booster, semoga angka konfirmasi di Sleman menurun dan level PPKM ikut membaik agar kita dapat menjalankan ibadah ramadhan dengan lebih aman dan nyaman," harap Kustini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online