TK Negeri Gedangsari Belum Dilelang, Ini Kendala Terbarunya
TK Negeri Gedangsari senilai Rp1,1 miliar belum dilelang. Dokumen masih direview dan harga material perlu disesuaikan.
Kejurnas Motoprix Regional 2 Puaran 3 2018 di Sirkuit Lanud Gading, Wonosari, Gunungkidul, Minggu (13/5/2018). Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga Gunungkidul, Hary Sukmono menampung aspirasi tentang pembangunan sirkuit balapan di Bumi Handayani. Sirkuit balap ini rencananya dibangun di kawasan sport center.
Permasalahan fasilitas keolahragaan sudah masuk dalam isu strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Memang butuh percepatan untuk penyediaan fasilitas olahraga, salah satunya sirkuit balap. Sarana olahraga ini akan disediakan melalui pembangunan Sport Center,” kata Hary, Selasa (22/3/2022).
Dia menjelaskan, pembangunan sport center sudah melalui tahapan kajian yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Meski demikian, sambung Hary, rencana pembangunan juga disesuaikan dengan kebijakan dari pimpinan.
“Untuk perkembangan bisa tanya ke Bappeda yang melakukan kajian,” katanya.
BACA JUGA: Tegas! Panglima TNI Andika Larang Tentara Jadi Pengaman Proyek
Terpisah, Kepala Bappeda Gunungkidul, Saptoyo mengatakan, untuk pembangunan sport center masih dalam tahap pengusulan. Oleh karenanya, ia belum bisa memastikan kapan pembangunan akan dilakukan. “Yang jelas sudah kami kaji dan usulkan agar segera bisa direalisasikan guna mendukung pengembangan olahraga di Gunungkidul,” katanya.
Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Gunungkidul, Supriyanto mengatakan, Gunungkidul layak dibangun sirkuit. Pasalnya, untuk cabang olahraga balapan maupun sepatu roda makin banyak diminati, tapi dari sisi sarana masih kurang sehingga membutuhkan sirkuit untuk latihan maupun bertanding.
Dia mengakui, selama ini latihan hanya menggunakan area parkir di pasar hewan di Kapanewaon Playen. Supri berharap pemkab bisa membangunkan sirkuit sehingga kemampuan maupun bakat dari para atlet bisa makin dilatih untuk bisa beprestasi. “Mudah-mudahan pemkab bisa memberikan fasilitasi untuk pengembangan bakat-bakat di bidang balapan,” katanya.
Menurut Supri, untuk sepatu roda juga sudah memberikan prestasi. Salah satunya dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Poppda) DIY, karena salah satu atlet berhasil menyumbangkan mendali emas.
“Ya kalau latihan, selain di pasar hewan, terkadang harus ke Jogja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TK Negeri Gedangsari senilai Rp1,1 miliar belum dilelang. Dokumen masih direview dan harga material perlu disesuaikan.
Hasil TKA tahun ini bisa diakses mandiri peserta melalui laman resmi TKA. Kemendikdasmen mengubah mekanisme pengumuman hasil tes.
Asia Tri Jogja 2026 memasuki edisi ke-21 di Sleman dengan tema Embodied Body dan menghadirkan seniman dari empat negara.
Hutama Karya memberi diskon tarif tol Padang-Pekanbaru 10% pada 4-6 September 2026. Simak jadwal dan tarif setelah diskon.
Eksplorasi panas bumi Gunung Ungaran menuai kekhawatiran. Pemerintah memastikan kajian lingkungan dan Candi Gedong Songo menjadi perhatian.
Komdigi memberi batas 28 September 2026 bagi operator untuk menyediakan perlindungan sisa kuota internet sesuai putusan MK.