Advertisement

Banyak Potensi Atlet di Gunungkidul, Pemkab Diminta Segera Bangun Sirkuit Balapan

David Kurniawan
Minggu, 20 Maret 2022 - 18:47 WIB
Bhekti Suryani
Banyak Potensi Atlet di Gunungkidul, Pemkab Diminta Segera Bangun Sirkuit Balapan Dua rider cilik sedang melatih kemampuan membalap di area parkiran Pasar Hewan Siyono Harjo di Kalurahan Logandeng, Playen, beberapa waktu lalu - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Ajang balap motor di Gunungkidul memiliki potensi besar. Pemkab pun diminta memberikan fasilitas dengan membangunkan sirkuit untuk latihan maupun ajang balapan resmi.

Salah satu desakan untuk membangun sirkuit disuarakan oleh mantan pembalap nasional asal Desa Wareng, Wonosari, Sudarmono. Menurut dia, dari sisi antusiasme peminat ajang balap sangat tinggi, terbukti beberapa even balap diselenggarakan menggunakan landasan di Landasan Udara Gading di Kapanewon Playen.

“Tidak hanya ajang balap, tapi untuk atlet juga banyak potensinya,” kata Darmono, Minggu (20/3/2022).

Menurut dia, potensi ini harus mendapatkan wadah sehingga dapat tersalurkan dengan benar. Salah satunya membangunkan sirkuit untuk latihan maupun ajang balapan. “Selama ini latihannya hanya menggunakan area parkir di Pasar Hewan Siyonoharjo,” katanya.

BACA JUGA: Terjatuh, Pembalap Cilik Asal Gunungkidul Gagal Tampil di Sirkuit Mandalika

Darmono mengungkapkan, keberadaan sirkuit juga bisa menjadi sarana meningkatkan pendapatan asli daerah melalui penyewaan. “Jangan salah untuk atlet sepatu roda juga bisa menggunakannya. Buktinya, kami [para pembalap] harus berbagi jadwal menggunakan pasar hewan untuk latihan,” katanya.

Secara kebijakan, pemkab sempat membeli lahan seluas lima hektare di Kalurahan Pacarejo, Semanu yang rencananya digunakan untuk membangun sirkuit. Namun dalam perkembangannya tidak jadi, malah lahan tersebut digunakan membangun kampus universitas.

“Sebenarnya banyak lahan kosong di Gunungkidul untuk dijadikan sirkuit. Lokasinya, juga tidak harus di kota karena malah cocok di pinggiran sehingga warga tidak terganggu pada saat latihan atau balapan berlangsung,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Gunungkidul, Supriyanto. Menurut dia, cabang olahraga ini makin banyak diminati, tapi dari sisi sarana masih kurang sehingga membutuhkan sirkuit untuk latihan maupun bertanding.

Dia mengakui, selama ini latihan hanya menggunakan area parkir di pasar hewan di Kapanewaon Playen. Supri berharap pemkab bisa membangunkan sirkuit sehingga kemampuan maupun bakat dari para atlet bisa makin dilatih untuk bisa beprestasi. “Mudah-mudahan pemkab bisa memberikan fasilitasi untuk pengembangan bakat-bakat di bidang balapan,” katanya.

Advertisement

 

 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Soal Tudingan Penyelewengan Dana, Presiden ACT Angkat Bicara

News
| Selasa, 05 Juli 2022, 02:37 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement