Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Dua rider cilik sedang melatih kemampuan membalap di area parkiran Pasar Hewan Siyono Harjo di Kalurahan Logandeng, Playen, beberapa waktu lalu/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Ajang balap motor di Gunungkidul memiliki potensi besar. Pemkab pun diminta memberikan fasilitas dengan membangunkan sirkuit untuk latihan maupun ajang balapan resmi.
Salah satu desakan untuk membangun sirkuit disuarakan oleh mantan pembalap nasional asal Desa Wareng, Wonosari, Sudarmono. Menurut dia, dari sisi antusiasme peminat ajang balap sangat tinggi, terbukti beberapa even balap diselenggarakan menggunakan landasan di Landasan Udara Gading di Kapanewon Playen.
“Tidak hanya ajang balap, tapi untuk atlet juga banyak potensinya,” kata Darmono, Minggu (20/3/2022).
Menurut dia, potensi ini harus mendapatkan wadah sehingga dapat tersalurkan dengan benar. Salah satunya membangunkan sirkuit untuk latihan maupun ajang balapan. “Selama ini latihannya hanya menggunakan area parkir di Pasar Hewan Siyonoharjo,” katanya.
BACA JUGA: Terjatuh, Pembalap Cilik Asal Gunungkidul Gagal Tampil di Sirkuit Mandalika
Darmono mengungkapkan, keberadaan sirkuit juga bisa menjadi sarana meningkatkan pendapatan asli daerah melalui penyewaan. “Jangan salah untuk atlet sepatu roda juga bisa menggunakannya. Buktinya, kami [para pembalap] harus berbagi jadwal menggunakan pasar hewan untuk latihan,” katanya.
Secara kebijakan, pemkab sempat membeli lahan seluas lima hektare di Kalurahan Pacarejo, Semanu yang rencananya digunakan untuk membangun sirkuit. Namun dalam perkembangannya tidak jadi, malah lahan tersebut digunakan membangun kampus universitas.
“Sebenarnya banyak lahan kosong di Gunungkidul untuk dijadikan sirkuit. Lokasinya, juga tidak harus di kota karena malah cocok di pinggiran sehingga warga tidak terganggu pada saat latihan atau balapan berlangsung,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Gunungkidul, Supriyanto. Menurut dia, cabang olahraga ini makin banyak diminati, tapi dari sisi sarana masih kurang sehingga membutuhkan sirkuit untuk latihan maupun bertanding.
Dia mengakui, selama ini latihan hanya menggunakan area parkir di pasar hewan di Kapanewaon Playen. Supri berharap pemkab bisa membangunkan sirkuit sehingga kemampuan maupun bakat dari para atlet bisa makin dilatih untuk bisa beprestasi. “Mudah-mudahan pemkab bisa memberikan fasilitasi untuk pengembangan bakat-bakat di bidang balapan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.