Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Warga memotong pohon tumbang yang melintang di tengah jalan sebagai dampak hujan deras dan angin kencang./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat total kerugian material sebesar Rp99,9 juta akibat serentetan bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Meski skala kerusakan bangunan cukup masif, otoritas setempat mengonfirmasi bahwa rentetan peristiwa alam ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa di seluruh titik kejadian.
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Nanang Irawanto, mengungkapkan bahwa anomali cuaca ekstrem yang terjadi sejak Selasa (3/3/2026) telah memicu setidaknya 91 insiden.
Mayoritas kasus didominasi oleh dampak embusan angin kencang yang merusak puluhan bangunan warga, sementara sisanya merupakan kejadian tanah longsor di zona rawan perbukitan.
“Untuk dampak cuaca ekstrem ada 88 rumah dan satu kios di Kapanewon Semin yang rusak. Sedangkan tiga kejadian longsor terpantau di Kapanewon Gedangsari,” kata Nanang, Kamis (5/3/2026).
Data terkini menunjukkan sebanyak 87 jiwa terdampak secara langsung oleh musibah ini, di mana sebagian besar warga harus berurusan dengan kerusakan atap maupun struktur rumah akibat tertimpa pohon tumbang.
BPBD memastikan bahwa fokus utama saat ini adalah percepatan pemulihan kondisi fisik bangunan serta pemberian bantuan darurat bagi para penyintas di lokasi terdampak.
Personel dan peralatan evakuasi telah dikerahkan ke titik-titik kerusakan guna membersihkan puing-puing serta memangkas pohon yang masih mengancam keselamatan.
Selain bantuan teknis, pemerintah daerah juga telah menyalurkan logistik pangan dan kebutuhan dasar lainnya untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang sedang tertimpa bencana tersebut.
“Bencana alam adalah pengingat bagi kita untuk lebih memperhatikan keseimbangan alam dan lebih peduli terhadap kemanusiaan,” ujar Nanang menekankan pentingnya solidaritas pascabencana.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menambahkan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi diprediksi masih akan membayangi wilayah Gunungkidul dalam waktu dekat.
Ia menginstruksikan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan ketika awan hitam mulai menyelimuti wilayah mereka.
Langkah antisipasi mandiri sangat disarankan, seperti melakukan pemangkasan dahan pohon yang sudah lapuk atau terlalu rindang di sekitar pemukiman guna meminimalisir risiko fatalitas. W
arga juga diimbau untuk tidak berteduh di bawah baliho atau pohon besar saat hujan lebat disertai angin kencang berlangsung demi menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan.
Berdasarkan hasil pemetaan risiko terbaru, potensi banjir luapan terpantau tinggi di sepanjang aliran Kali Oya serta beberapa titik di Kapanewon Girisubo.
Sementara itu, zona utara seperti Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan Ponjong tetap menjadi wilayah dengan kerawanan tanah longsor paling tinggi di Kabupaten Gunungkidul.
Pemerintah mengimbau agar koordinasi antarrelawan dan masyarakat di tingkat kalurahan terus diperkuat guna mempercepat sistem peringatan dini.
Dengan kewaspadaan yang terintegrasi, diharapkan dampak risiko bencana dapat ditekan seminimal mungkin meski cuaca ekstrem masih berpotensi muncul kembali di seluruh pelosok Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan harga jual dan buyback.
UNS Surakarta juara Campus League Badminton 2026 setelah menaklukkan BINUS dalam drama tiga set. UNS juga meraih gelar ganda putra.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha di kawasan industri
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Sakit gigi berulang dan gigi berlubang dalam bisa menjadi tanda kerusakan. Kenali kapan Perawatan Saluran Akar atau PSA diperlukan.