Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Kapolres Gunungkidul AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah saat meninjau stok minyak di salah satu distributor di Kapanewon Karangmojo, Selasa (22/3/2022)/Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Polres bersama-sama dengan Pemkab Gunungkidul melakukan inspeksi mendadak stok minyak goreng di pasaran, Selasa (22/3/2022). Adapun hasilnya, stok minyak goreng kemasan stoknya melimpah sedangkan untuk jenis curah sedang kosong.
Sebelumnya minyak goreng kemasan sempat langka di DIY termasuk Gunungkidul. Kini pasokannya sudah melimpah.
Untuk minyak goreng kemasan dijual di kisaran Rp22.700 per liter dan minyak goreng curah dipasarkan Rp16.000-20.000 per kilonya. Kapolres Gunungkidul, AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah mengatakan, pemantauan dan pengawasan dilakukan di Pasar Argosari dan sejumlah distributor di Kapanewon Wonosari dan Karangmojo.
“Selain jajaran polres, kami turun bersama-sama dengan Dinas Perdagangan Gunungkidul,” kata Aditya kepada wartawan, Selasa (22/3/2022).
BACA JUGA: Buntut Viral Kasus Tukang Becak Malioboro, Pemkot Jogja Panggil Sejumlah Pihak
Menurut dia, untuk stok minyak goreng kemasan tidak ada masalah. Hasil pemantauan di sejumlah agen penyalur memiliki stok mencukupi karena masih menyiman dari ratusan hingga ribuan karton.
“Stok tidak ada masalah dan pembelian juga normal. Untuk harga bervariasi dan sesuai dengan merk mulai dari Rp22.700-25.000 per liternya,” ungkapnya.
Meski demikian, Aditya tidak menampik untuk stok minyak goreng curah sedang ada kelangkaan. Pasalnya, di sejumlah distributor tidak memiliki stok barang ini.
“Dua agen kami datangi dan hasilnya tidak ada stok untuk minyak curah,” katanya.
Menurut dia, pemantauan juga dilakukan di Pasar Argosari. Kondisi di pasar tidak berbeda jauh dengan agen karena stok minyak goreng kemasan melimpah, sedang untuk jenis curah mengalami kelangkaan.
“Untuk curah harganya tembus Rp20.000 per kilogram. Pedagang mengaku membeli sudah mahal karena di kisaran Rp19.000 per liter,” katanya.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Hartini mengatakan, upaya pemantauan harga minyak goreng di pasaran terus dilakukan. Ia tidak menampik untuk stok minyak goreng kemasan tidak ada masalah dan harga jual di kisaran Rp25.000 per kilogram.
“Untuk minyak goreng kemasan memang tidak ada lagi harga eceran tertinggi,” katanya.
Disinggung mengenai minyak goreng curah, Hartini tidak menampik ada ketetapan dari Pemerintah Pusat untuk per liter dipasarkan paling mahal Rp14.000. Sedangkan untuk per kilo maksimal dijual seharga Rp15.500.
“Untuk minyak curah memang ada HET. Tapi memang harga jual di pasaran lebih tinggi dari ketentuan yang dibuat pemerintah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Pemerintah susun Perpres perlindungan nakes usai kasus dr Icha, soroti intimidasi dan lemahnya sistem keamanan.
Usaha pigura di Sleman tertekan kenaikan harga kaca dan kayu, sementara penjualan turun hingga 50 persen akibat melemahnya daya beli.
Jadwal 16 besar Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko dan Paraguay vs Prancis, Minggu dini hari WIB. Simak jam tayang & siaran langsung.
Kasus dugaan penganiayaan di Daycare Jogja bertambah jadi 27 tersangka, dengan 103 anak korban. Polisi masih kembangkan penyidikan.
Bantul lanjutkan restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo dengan penebangan vegetasi demi mengembalikan fungsi alami kawasan langka.