Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Pertemuan negara G20 yang membahas tentang lingkungan di Kota Jogja selama tiga hari sejak 20-23 Maret 2022./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Rangkaian G20 dinilai memberi efek positif pada dunia pariwisata di Jogja dan sekitarnya di Provinsi DIY. Acara ini diharapkan memberi efek berganda pada wisata di DIY ke depan.
BACA JUGA: Sekolah di DIY Gelar Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen Mulai Pekan Depan
“Tentunya gelaran di Jogja ini memberi efek yang positif bagi pelaku pariwisata. Unit kendaraan anggota kami Asita DIY menjadi terpakai. Kemudian juga para pemandu. Angin segar bagi kami,” ucap Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY, Hery Setyawan, Kamis (24/3).
Menurut Hery, berbagai event yang digelar, tidak hanya G20 akan memberi dampak yang baik bagi pariwisata. Secara tidak langsung dikatakannya, berbagai event tersebut, sebagai ajang promosi DIY ke dunia internasional.
“Sangat penting berbagai kegiatan semacam ini. Tentu kami mendukung penuh, kegiatan semacam ini. Terpenting dalam setiap kegiatan itu kan protokol kesehatan terjaga. Sehingga,tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19,” ucap Hery.
Hery juga mengapresiasi sejumlah kebijakan pemerintah, yang mulai memberi kelonggaran kepada para pelaku perjalanan. Diharapkan dengan berbagai kebijakan tersebut bisa, memberi dampak yang signifikan pada industri pariwisata yang telah merasakan dampak Covid-19, dua tahun lebih.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan dampak yang baik pada perhotelan.
“Okupansi pengaruh cukup signifikan, terutama pada bintang 4-5. Ada delegasi panitia, kemudian multiplier effect mereka bawa keluarga,” ucap Deddy.
BACA JUGA: Hasil G20 di Jogja: Sampah Plastik Masuk Siklus Ekonomi
Deddy berharap dengan berbagi gelaran internasional dan kegiatan lainnya di Jogja, memberi brand image yang baik. Jogja aman untuk dikunjungi. Deddy juga menekankan pada protokol kesehatan tetap dijaga dengan baik.
“Semoga berbagai event ini memberi efek baik ke depan. Kami sebenarnya untuk kebijakan tidak berharap banyak kepada pemerintah,” ucap Deddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta
Prabowo targetkan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap SPBU khusus, cold storage, dan fasilitas es batu hingga 2027.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat