Astra Women Network 2026: Dari Pemberdayaan Menuju Dampak Nyata
semangat Astra bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada terbukanya kesempatan untuk berkembang, tetapi melalui kontribusi dan dampak nyata
Orang tua mendampingi dua anaknya mengikuti sunatan massal gratis di RSU Mitra Paramedika, Minggu (27/3/2022)./Istimewa
SLEMAN—Rumah Sakit Umum (RSU) Mitra Paramedika menyelenggarakan bakti sosial sunatan masal gratis di gedung baru RS setempat, Minggu (27/3/2022).
Peserta sunatan masal juga masih diberikan bingkisan dan amplop berisi uang tunai sebesar Rp100.000 per anak. Bingkisan yang dikemas dalam kardus di antaranya terdapat ikan guppy, ikan hias air tawar yang sangat digemari anak-anak. Adanya bingkisan terutama ikan guppy membuat anak-anak peserta sunatan massal sangat antusias. Tidak kelihatan raut ketakutan pada wajah mereka meski akan disunat.
Direktur RSU Mitra Paramedika dokter Ichsan Priyotomo mengungkapkan, baksos sunatan gratis dihelat sebagai rangkaian acara milad ke-20 tahun rumah sakitnya.
Melalui sunatan massal gratis, pihaknya berupaya untuk turut membantu masyarakat yang ingin mengkhitankan anaknya namun terkendala biaya. Kegiatan itu dihapakan juga bisa meringankan beban masyarakat di era pandemi berkepanjangan ini.
“Situasinya sekarang secara ekonomi sedang sulit, maka dari itu kita ingin membantu masyarakat melalui cara ini (sunat gratis). Apalagi biaya sunatan kan juga tidak sedikit, sehingga biaya untuk sunat bisa untuk kebutuhan yang lebih mendesak karena sudah gratis," ujar Ichsan.
Kegiatan itu sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur karena tak terasa perjalanan usia RSU Mitra Paramedika sudah dua dasawarsa. Dengan berbagi, Ichsan berharap kemajuan akan selalu mengiringi perjalanan rumah sakit ke depannya.
"Doa dari masyarakat merupakan pijakan kami untuk melangkah menuju yang lebih baik ke depannya. Kami haturkan apresiasi yang luar biasa karena di setiap baksos yang kami gelar, animo masyarakat selalu banyak," jelas Ichsan.
Adapun metode khitan yang dilakukan adalah melalui operasi menggunakan sinar laser. Selain bingkisan dan uang tunai peserta khitan juga susah dibekali dengan paket obat-obatan antibiotik dan fasilitas untuk perawatan di rumah.
Sejumlah orang tua yang mengantar khitan anaknya merasa bersyukur di kala sedang lesu kondisi ekonomi tiba-tiba ada acara sunatan gratis.
Yakub, 43, warga Tamanmartani, Kalasan, Sleman mengaku anaknya tang kini duduk di bangku kelas 4 SD sudah lama meminta untuk sunat. Itu karena teman sebayanya sudah banyak yang sunat Oleh dia, keinginan anaknya itu sementara ditangguhkan dulu karena biaya untuk sunat juga tidak sedikit.
"Awalnya saya undur dulu, sunatnya nanti habis Lebaran. Ya, ngumpulin uang dulu karena biaya sunatan kan lumayan lebih dari sejutaan. Tiba-tiba ada sunatan gratis di rumah sakit ini ya saya daftarkan saja dan alhamdulillah masih kebagian kuota," ujar orangtua dari peserta sunatan Aditya Wedha Pratama itu. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
semangat Astra bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada terbukanya kesempatan untuk berkembang, tetapi melalui kontribusi dan dampak nyata
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.