Selain Pekerja Lokal, Pemda DIY Minta Pembangunan Tol Jogja-Bawen Pakai Material Lokal  

Sunartono
Sunartono Rabu, 30 Maret 2022 19:37 WIB
Selain Pekerja Lokal, Pemda DIY Minta Pembangunan Tol Jogja-Bawen Pakai Material Lokal   

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY tak menghendaki pembangunan konstruksi jalan tol Jogja-Bawen yang saat ini sudah dimulai membuat warga lokal DIY hanya gigit jari. Selain menggunakan pekerja lokal, pembangunannya tol di Jogja disarankan untuk menggunakan material lokal.

Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono menjelaskan maksud dari pernyataan Gubernur DIY Sri Sultan HB X terkait keterlibatan lokal dalam proses pembangunan tol Jogja-Bawen. Jangan sampai semua pelaksananya berasal dari pusat yang tidak melibatkan masyarakat lokal.

“Orang lokal itu maksudnya keterlibatan semua pihak, jadi jangan sampai pengusahanya [dari pusat semua], ada sub-sub pelaksana yang bisa melibatkan orang lokal, termasuk pekerja, termasuk dukungan orang lokal,” katanya di Gedung DPRD DIY, Rabu (30/3/2022). 

Jika semua berasal dari rekomendasi pemerintah pusat maka dikhawatirkan DIY hanya bisa menjadi penonton dan sekadar sebagai objek dari pembangunan tol. “Jadi kalau semuanya nanti dari pemerintah pusat kan kita [DIY] hanya melihat, tidak menjadi bagian. Harapan kami kan menjadi bagian, tidak menjadi objek tetapi juga menjadi subjek,” ujarnya.

BACA JUGA: Embung Sendangtirto Berbah Berpotensi Menjadi Destinasi Wisata

Beny mengatakan bukan hanya dari sisi SDM lokal, material juga sebaiknya menggunakan bahan dari lokal seperti pengalaman saat pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA). Saat itu tanah urug diambilkan dari sekitar Kulonprogo. Sehingga ada keterlibatan banyak masyarakat lokal.

“Nah itu [soal material] sama yang dimaksudkan pengertian orang lokal, seperti kita punya pengalaman di YIA kan gitu, untuk pengurukan tanah kan tidak diambilkan dari daerah luar, tetapi diambilkan dari daerah sekitar Kulonprogo kan terlibat orang lokalnya menjadi tinggi. Hal-hal semacam itu. Itu kalau konstruksi yang sifatnya besar itu mesti harus datang dari pusat. 

Pelibatan lokal itu bisa dilakukan jika ada sinergi dengan penyedia barang dan jasa yang ada di wilayah DIY. Sehingga pihak pelaksana cukup mendatangkan dari luar instrumen utama dalam proses pembangunan tersebut.

“Harapannya selain material ya SDM, material yang bisa disiapkan di lokal kan ambil di lokal saja, itu bisa sinergi dengan penyedia barang dan jasa yang ada di satkernya termasuk tenaga-tenaganya kan, kalau yang utama boleh saja didatangkan dari bagian besar dari mereka [pelaksana proyek],” ujarnya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online